Pupuk Indonesia Apresiasi Kios dan Petani melalui Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao

5 hours ago 2

APRESIASI -- Manajemen PT Pupuk Indonesia (Persero) foto bersama para penerima apresiasi kepada kios pengecer dan petani yang telah berkontribusi dalam mendukung percepatan penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi.

MAKASSAR, BKM — PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar kegiatan Rewarding Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao sebagai bentuk apresiasi kepada kios pengecer dan petani yang telah berkontribusi dalam mendukung percepatan penyaluran pupuk bersubsidi di Sulawesi.

Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di empat provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Program Gebyar Petroganik dan NPK Pelangi Kakao merupakan bagian dari Program Percepatan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Organik dan NPK Formula Khusus Kakao yang berlangsung pada periode 1 Juli hingga 31 Desember 2025.

Program ini bertujuan meningkatkan realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di tingkat kios atau PPTS (Penerima Pada Titik Serah) serta mendorong pemanfaatan pupuk oleh petani guna mendukung produktivitas sektor pertanian, khususnya komoditas kakao di wilayah Sulawesi.

Melalui program tersebut, realisasi penebusan pupuk selama periode pelaksanaan program mencapai 33.340 ton, yang terdiri dari 27.872 ton NPK Pelangi Kakao dan 5.468 ton pupuk organik Petroganik.

Dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi NPK Pelangi Kakao mengalami peningkatan sebesar 1.885 ton atau sekitar 7 persen.

Sementara itu, realisasi penyaluran pupuk organik menunjukkan peningkatan signifikan dari 789 ton pada 2024 menjadi 5.468 ton pada 2025.

Selain itu, dari sisi penyaluran kepada petani, tercatat peningkatan dari 31.595 ton pada 2024 menjadi 42.973 ton pada 2025, atau meningkat sekitar 36 persen selama periode program.

Peningkatan ini menunjukkan semakin aktifnya penebusan pupuk oleh petani serta optimalnya penyaluran pupuk bersubsidi melalui jaringan distribusi yang ada.

Sebagai bentuk apresiasi, Pupuk Indonesia memberikan penghargaan kepada 183 PPTS yang berhasil mencapai kinerja penyaluran terbaik selama periode program. Penghargaan diberikan dalam bentuk logam mulia dengan berbagai kategori.

Adapun penerima apresiasi PPTS berasal dari empat provinsi wilayah Regional 4, yakni 72 PPTS dari Sulawesi Selatan, 35 PPTS dari Sulawesi Barat, 52 PPTS dari Sulawesi Tengah, serta 24 PPTS dari Sulawesi Tenggara.

Selain kepada PPTS, Pupuk Indonesia juga memberikan apresiasi kepada 100 petani yang melakukan pembelian pupuk Petroganik dan NPK Pelangi Kakao selama periode program.

Setiap provinsi terdapat 25 petani yang mendapatkan apresiasi berupa berbagai hadiah seperti voucher belanja, kompor, kipas angin, televisi, smartphone, hingga hadiah utama berupa paket ibadah umroh.

Empat petani beruntung berhasil meraih hadiah utama berupa paket ibadah umroh. Mereka antara lain Musliadi dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan; Kartini dari Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat; Binti Nafsiah dari Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah; serta Hasnawati dari Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

GM Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, menyampaikan, program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan penyaluran pupuk bersubsidi sekaligus memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi pupuk hingga ke tingkat petani.

”Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada PPTS dan petani yang telah berkontribusi dalam mendukung percepatan penyaluran pupuk bersubsidi. Kami berharap program ini dapat semakin mendorong optimalisasi penyaluran pupuk serta meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas kakao di wilayah Sulawesi,” ujar Wisnu.

Sejumlah pihak yang terlibat dalam rantai distribusi pupuk juga menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut.

Perwakilan PUD Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa program ini memberikan dorongan positif terhadap kinerja penyaluran pupuk di wilayahnya.

”Program ini sangat membantu meningkatkan semangat penyaluran pupuk di lapangan. Dengan adanya apresiasi seperti ini, kami semakin termotivasi untuk memastikan pupuk dapat tersalurkan dengan baik hingga ke tingkat petani,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu PPTS dari Sulawesi Tengah mengungkapkan bahwa program ini menjadi bentuk penghargaan atas peran kios dalam mendukung distribusi pupuk bersubsidi.

”Sebagai kios penyalur, kami merasa sangat diapresiasi. Program ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada petani serta memastikan pupuk tersedia dan tersalurkan tepat sasaran,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan perwakilan distributor ritel di Sulawesi Barat yang menilai program ini memperkuat sinergi antara seluruh pihak dalam rantai distribusi pupuk.

”Program ini memperkuat kerja sama antara distributor, kios, dan Pupuk Indonesia. Dengan adanya program seperti ini, penyaluran pupuk menjadi lebih optimal dan berdampak langsung bagi petani,” ungkapnya.

Selain itu, perwakilan kios ritel dari Sulawesi Tenggara juga menyampaikan bahwa program ini memberikan motivasi tambahan bagi kios dalam melayani kebutuhan pupuk petani di wilayahnya.

”Program ini sangat positif bagi kami sebagai kios ritel karena memberikan semangat tambahan dalam menyalurkan pupuk kepada petani. Apresiasi yang diberikan juga menjadi bentuk perhatian kepada kios yang membantu pendistribusian pupuk di lapangan,” ujarnya.

Melalui kegiatan rewarding ini, Pupuk Indonesia juga berharap dapat memperkuat sinergi antara perusahaan, distributor, kios pengecer, serta petani dalam memastikan pupuk bersubsidi dapat tersalurkan secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. (mir)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |