Rekrut Pemain asal Surabaya, Bernardo Tavares Ingin Tegaskan Identitas Persebaya

7 hours ago 9

Bola.com, Jakarta - Persebaya Surabaya tidak hanya fokus membangun skuad yang kompetitif untuk menghadapi Super League 2026/2027. Mereka juga berupaya mempertahankan identitas dan kebanggaan Kota Surabaya melalui pemain-pemain yang memahami nilai serta sejarah klub.

Upaya tersebut terlihat dalam aktivitas transfer yang dilakukan Persebaya pada bursa pemain kali ini. Pelatih kepala Bernardo Tavares memberi perhatian khusus kepada pemain yang memiliki keterikatan dengan Surabaya dan memahami makna lambang klub yang mereka bela.

Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Dicky Kurniawan. Gelandang berusia 24 tahun itu merupakan produk asli Akademi Persebaya yang kini kembali ke klub setelah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa musim terakhir.

Menurut Tavares, Dicky merupakan pemain yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Karena itu, tim pelatih akan berupaya memaksimalkan potensinya agar mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi Bajul Ijo.

“Kami melihat potensi besar dalam dirinya. Tugas kami sekarang adalah membantu proses perkembangannya agar bisa menjadi pemain yang lebih matang dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk tim,” tutur pelatih asal Portugal tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Pertimbangan Perekrutan

Selain memiliki potensi yang menjanjikan, Dicky juga dinilai memiliki keuntungan karena mampu bermain di beberapa posisi. Fleksibilitas itu menjadi nilai tambah yang dibutuhkan Persebaya untuk menghadapi kompetisi yang semakin kompetitif musim depan.

Tavares juga menegaskan pentingnya mempertahankan pemain-pemain lokal yang memahami karakter klub. Menurutnya, keberadaan pemain asal Surabaya memiliki arti tersendiri dalam menjaga identitas Persebaya di tengah perkembangan sepak bola modern.

“Penting bagi Persebaya untuk memiliki pemain-pemain asal Surabaya yang memahami identitas, budaya, dan nilai-nilai klub. Menjelang usia 100 tahun Persebaya, kami ingin memiliki pemain yang benar-benar memahami arti lambang yang mereka kenakan,” sambungnya.

Selain Dicky, nama lain yang mendapat perhatian adalah Ricky Pratama. Sebenarnya untuk pemain satu ini tercatat berasal dari Sidoarjo yang lama membela PSM Makassar. Namun, Tavares merasa Ricky tetap memiliki identitas Surabaya.

Sudah Paham Kualitas

Tavares mengaku sudah cukup mengenal kualitas Ricky karena pernah bekerja sama dengannya sebelumnya. Pengalaman tersebut membuatnya memahami kemampuan yang dimiliki sang pemain.

“Ricky juga merupakan pemain asal Surabaya yang memiliki kemampuan bermain di beberapa posisi. Saya pernah bekerja sama dengannya sebelumnya dan mengetahui kualitas yang dimilikinya,” ujar Tavares.

Meski musim lalu tidak berjalan mulus bagi Ricky karena beberapa kendala yang membuat menit bermainnya terbatas, Tavares tetap menaruh keyakinan besar terhadap pemain tersebut.

“Musim lalu memang tidak berjalan mudah baginya karena beberapa kendala yang membuat menit bermainnya terbatas. Namun saya percaya dia masih memiliki potensi yang bisa dikembangkan,” ungkapnya.

Pelatih berusia 46 tahun itu berharap Ricky mampu membuktikan kemampuannya pada musim mendatang.

“Sekarang semuanya kembali kepada Ricky. Dia harus bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya mampu kembali ke level performa terbaik dan membantu Persebaya mencapai target yang diinginkan,” pungkasnya.

Dengan mengandalkan kombinasi pemain lokal berkualitas dan identitas kuat sebagai klub Surabaya, Persebaya berharap mampu menatap musim 2026/2027 dengan optimisme tinggi.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |