Risiko Perekonomian Global dalam Penangkapan Maduro

1 day ago 7

loading...

Muhammad Syarkawi Rauf, Dosen FEB Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Chairman Asean Competition Institute (ACI). Foto/Dok.SindoNews

Muhammad Syarkawi Rauf
Dosen FEB Universitas Hasanuddin (Unhas),
Chairman Asean Competition Institute (ACI)

PENANGKAPAN Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh Delta Force, pasukan khusus Amerika Serikat (AS) dan CIA, badan intelijen AS pada Sabtu, 3 Januari 2026 mengguncang tatanan politik global yang selama ini dibangun berdasarkan aturan (rule based) yang disepakati secara internasional. Penangkapan Maduro oleh pasukan AS juga dikhawatirkan meningkatkan risiko terhadap perekonomian global.

Hal itu mengingat Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, yaitu mencapai 303 milyar barrel.

Deposit minyak Venezuela lebih besar dari deposit minyak Saudi Arabia yang mencapai 267 miliar barrel, Iran 209 miliar barrel, Iraq 145 miliar barrel, dan United Arab Emirate (UAE) 113 miliar barrel.

Namun, dalam 50 tahun terakhir, sejak tahun 1970-an, kontribusi perekonomian Venezuela menurun dari 1,0 persen menjadi hanya 0,1 persen terhadap Gross Domestic Product (GDP) global harga konstan. Sehingga risiko penangkapan Maduro terhadap perekonomian global menjadi relatif kecil.

Demikian juga dengan produksi minyak Venezuela yang mengalami penurunan dari 3,5 juta barrel minyak per hari (mbpd) pada tahun 1970-an, setara 8,0 persen dari total pasokan minyak global pada dekade 1970 – 1980-an. Menjadi hanya 1,0 juta barrel per hari atau peringkat ke-18 produsen minyak bumi dunia.

Hingga saat ini, efek penangkapan Maduro terhadap harga komoditas minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI) crude oil mengalami kenaikan sebesar 1,7 persen, yaitu menjadi 61,76 dollar AS per barrel untuk minyak Brent dan 58,32 per barrel untuk WTI crude oil.

Penangkapan Maduro membuat outlook terhadap sektor energi menjadi positif dalam jangka menengah karena ekspektasi investasi pada infrastruktur perminyakan akan mengalami peningkatan. Hal ini berdampak pada harga saham perusahaan-perusahaan minyak AS mengalami kenaikan.

Tidak hanya itu, ekspektasi peningkatan pengeluaran di bidang pertahanan akibat serangaan AS ke Venezuela mendorong saham-saham perusahaan bidang pertahanan juga mengalami peningkatan.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |