Satu Lagi Mayat Terseret Arus Sungai Kalimborang Ditemukan

6 hours ago 4

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Rabu 1 April 2026 07:00 am oleh

MAYAT -- Mayat Muhammad Fajrin saat dievakuasi tim SAR Gabungan setelah melakukan penyisiran sejak pagi.
BPBD Kabupaten Maros

MAYAT -- Mayat Muhammad Fajrin saat dievakuasi tim SAR Gabungan setelah melakukan penyisiran sejak pagi. BPBD Kabupaten Maros

MAROS, BKM — Upaya pencarian korban terseret arus Sungai Kalimborang di Dusun Bahagia, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, membuahkan hasil. Satu korban sudah ditemukan, pada Senin, 30 Maret 2026.

Korban yang ditemukan bernama Muhammad Fajrin (20), warga kawasan BTP, Makassar. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 13.30 Wita setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran sejak pagi.

”Benar, korban laki-laki ditemukan sekitar pukul 13.30 Wita. Saat ini sedang dalam proses evakuasi ke titik jemput,” ucap Hamril Ilham, Camat Tompobulu.
Ia menjelaskan, mayat korban selanjutnya akan dibawa ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis. Proses evakuasi di lapangan berlangsung cukup menantang. Tim menggunakan tandu sederhana dari bambu untuk membawa jenazah melintasi arus sungai yang masih deras.

Sementara itu, satu korban lainnya, Nur Azisa (20), hingga kini masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus menyisir aliran sungai dari hulu hingga ke hilir.
Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan, kedua korban merupakan bagian dari rombongan tujuh mahasiswa yang datang ke lokasi tersebut pada Minggu, 29 Maret 2026.
”Awalnya mereka hanya berfoto-foto di sekitar sungai. Tapi tetiba datang air bah yang menyeret korban,” ujarnya.

Hujan deras yang terjadi di wilayah hulu pegunungan diduga menjadi pemicu meningkatnya debit air secara mendadak.
”Pencarian sudah dimulai sejak kemarin sore oleh BPBD dan tim SAR gabungan. Malam hari Basarnas juga sudah ikut bergabung,” jelasnya.
Namun, pencarian sempat dihentikan sementara pada malam hari karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

”Kami hentikan sekitar pukul 19.00 Wita demi keselamatan tim, lalu dilanjutkan kembali pagi tadi sekitar pukul 07.00 Wita,” tambahnya.
Dalam operasi hari ini, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan pencarian.
”Penyisiran dilakukan dari titik awal korban hilang hingga radius sekitar 3 kilometer ke arah hilir sungai,” katanya.
Towadeng menyebutkan, lebih dari 100 personel dikerahkan dalam operasi tersebut, terdiri dari BPBD, Basarnas, serta relawan SAR lainnya. Meski begitu, proses pencarian tidak lepas dari kendala di lapangan.

”Kendalanya hujan deras yang terus turun, membuat debit air meningkat dan air menjadi keruh. Ini cukup membahayakan tim,” ujarnya.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim penghujan.
”Di Tompobulu ini potensi air bah cukup tinggi. Jadi kami imbau masyarakat untuk selalu berhati-hati,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, lokasi kejadian bukan merupakan objek wisata resmi, meski sering dikunjungi warga.

”Ini bukan tempat wisata, hanya lokasi pinggiran sungai yang biasa dipakai untuk aktivitas santai,” jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjut Chaidir, telah meminta pihak kecamatan dan desa untuk meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan.
”Kami akan pasang papan imbauan, bahkan jika perlu ditutup sementara saat musim hujan,” tandasnya. (ari/c)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |