Saudi Potong Harga Minyak Mentah ke Asia di Tengah Isu Damai Hormuz! Strategi Rebut Pasar?

6 hours ago 4

loading...

Raksasa energi negara, Saudi Aramco secara mengejutkan mengambil keputusan langka dengan memotong harga jual utama minyak mentah jenis Arab Light untuk pelanggan di kawasan Asia bulan depan. Foto/Dok

JAKARTA - Raksasa energi negara, Saudi Aramco secara mengejutkan mengambil keputusan langka dengan memotong harga jual utama minyak mentah jenis Arab Light untuk pelanggan di kawasan Asia bulan depan. Langkah tidak terduga ini diambil di tengah menguatnya rumor kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz , meskipun ancaman blokade milisi Houthi di Laut Merah masih terus membayangi.

Aramco memangkas harga Arab Light sebesar 50 sen per barel, menjadikannya USD2 per barel lebih rendah di bawah acuan (benchmark) regional. Keputusan ini mengejutkan pasar global, mengingat mayoritas pedagang (traders) dalam survei Bloomberg sebelumnya memproyeksikan Saudi akan mempertahankan tingkat harga utamanya.

Baca Juga: Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan

Sementara itu harga minyak Brent yang menjadi patokan global mendekati USD80 per barel. Sedangkan ekspor Aramco bertahan di kisaran 5 juta barel per bari atau 70% dari kapasitas normal.

Diplomasi Selat Hormuz Tekan Harga Minyak Dunia

Keputusan Arab Saudi memotong harga minyak bertepatan dengan merosotnya harga minyak mentah acuan dunia, Brent yang kini diperdagangkan mendekati level USD80 per barel. Pasar merespons positif pengumuman dari Iran bahwa pihaknya telah mencapai pemahaman awal dengan Oman mengenai usulan rute pelayaran baru di Selat Hormuz.

Potensi terbukanya kembali jalur vital yang menyumbang seperlima pasokan minyak dunia ini langsung meredam kepanikan pasar energi. Ketika perang AS-Iran melumpuhkan Selat Hormuz di Teluk Persia, Saudi Aramco bergerak cepat mengalihkan sebagian besar volume ekspornya melalui jaringan pipa East-West menuju Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Baca Juga: Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel

Pipa darat ini menjadi 'penyelamat' Arab Saudi untuk menjaga rantai pasok ke pelanggan utamanya di Asia. Namun rute alternatif ini kini berada dalam bahaya besar seiring meningkatnya ancaman serangan rudal dan drone dari milisi Houthi terhadap kapal-kapal tanker di Laut Merah.

Dalam konferensi pers kinerja perusahaan, Chief Executive Officer (CEO) Saudi Aramco, Amin Nasser menegaskan, ketahanan operasional perusahaan di tengah krisis ganda sektor maritim ini. "Sejauh ini Aramco mampu mempertahankan total ekspor minyak mentah di kisaran 5 juta barel per hari. Angka ini setara dengan sekitar 70% dari tingkat pengiriman normal kami," ungkap Amin Nasser.

Perang Rebutan Pasar Asia

Langkah Saudi memangkas harga di tengah ketidakpastian jalur pelayaran dinilai para analis sebagai strategi agresif untuk mengamankan pangsa pasar (market share) di Asia dari gempuran kompetitor lain. Dengan memotong harga, Saudi memastikan pembeli utama seperti China, India, dan negara Asia Timur tetap bertahan membeli pasokan dari Aramco meskipun harus menanggung risiko biaya logistik dan asuransi pelayaran yang tinggi. Apakah penurunan harga minyak Saudi ini akan berdampak langsung pada penyesuaian harga BBM domestik?

(akr)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |