Sejarah Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland, dari Abad ke-19 hingga Era Trump

16 hours ago 8

loading...

Presiden AS Donald Trump mengincar Greenland. Foto/fox news

WASHINGTON - Ketertarikan Amerika Serikat (AS) terhadap Greenland bukanlah fenomena baru yang muncul secara tiba-tiba di era modern. Pulau terbesar di dunia yang terletak di kawasan Arktik ini telah lama masuk dalam kalkulasi strategis Washington, baik dari sudut pandang militer, geopolitik, ekonomi, hingga pengaruh global.

Dari era ekspansi wilayah abad ke-19, Perang Dunia II, Perang Dingin, hingga rivalitas global abad ke-21, Greenland terus menjadi kepingan penting dalam peta kepentingan Amerika Serikat.

Sejarah panjang ini menunjukkan Greenland bukan sekadar wilayah terpencil yang tertutup es, melainkan titik strategis yang memiliki nilai besar dalam dinamika kekuatan global.

1. Awal Ketertarikan AS pada Abad ke-19

Ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland pertama kali mengemuka pada tahun 1867, tahun yang sama ketika AS membeli Alaska dari Rusia.

Pada periode ini, Amerika sedang berada dalam fase ekspansi teritorial dan konsolidasi kekuatan sebagai negara besar yang baru bangkit pasca Perang Saudara.

Menteri Luar Negeri AS saat itu, William H. Seward, dikenal sebagai arsitek utama ekspansi wilayah Amerika. Selain Alaska, Seward juga memandang wilayah-wilayah di kawasan Arktik sebagai aset strategis jangka panjang.

Dalam pandangan geopolitiknya, Greenland memiliki posisi penting sebagai gerbang ke Atlantik Utara dan kawasan Kutub Utara.

Meski wacana pembelian Greenland belum berkembang menjadi negosiasi resmi dengan Denmark, gagasan tersebut menandai lahirnya cara pandang Amerika terhadap pulau itu: Greenland bukan hanya wilayah kolonial Eropa, tetapi potensi perpanjangan pengaruh Amerika di belahan utara dunia.

Pada masa ini, nilai ekonomi Greenland belum sepenuhnya dipahami, namun letak geografisnya sudah dianggap penting dalam konteks jalur perdagangan, navigasi, dan kekuatan maritim.

2. Perang Dunia II dan Awal Dominasi Militer AS

Momentum penting ketertarikan Amerika Serikat terhadap Greenland terjadi pada Perang Dunia II. Ketika Denmark diduduki oleh Jerman Nazi pada tahun 1940, Greenland secara praktis terputus dari pemerintahan pusatnya.

Situasi ini menciptakan kekosongan kekuasaan yang berpotensi dimanfaatkan Jerman untuk kepentingan militernya.

Amerika Serikat, meskipun pada awal perang belum sepenuhnya terlibat, melihat risiko besar jika Greenland jatuh ke tangan Nazi. Pulau tersebut bisa digunakan sebagai basis cuaca, pangkalan laut, atau titik loncatan militer di Atlantik Utara.

Pada 1941, AS dan otoritas lokal Greenland mencapai kesepakatan yang memungkinkan Amerika membangun pangkalan militer di pulau tersebut. Pangkalan-pangkalan ini berfungsi untuk: Mengamankan jalur pelayaran Atlantik Utara; Menyediakan data cuaca penting bagi operasi militer Sekutu; Mencegah ekspansi militer Jerman di kawasan Arktik.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |