Tafsir Surat Al-Hadid Ayat 22-23: Hikmah di Balik Musibah, Jangan Berlarut dalam Kesedihan

1 hour ago 5

loading...

Tafsir Surat al Hadid ayat 22-23 mengingatkan manusia agar tidak terlalu larut dalam persoalan duniawi, termasuk ketika tertimpa musibah atau bencana. Foto ilustrasi/Sindonews.

Setiap musibah atau bencana yang menimpa manusia terjadi atas izin Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim dituntut menyikapinya dengan bijaksana, sabar, dan tetap berpegang pada ketentuan Allah SWT. Dalam perspektif Islam, musibah bukan sekadar peristiwa yang mendatangkan kesedihan. Di balik setiap ketetapan Allah SWT terdapat hikmah yang dapat menjadi pelajaran dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Syekh Imam Al-Qurtubi dalam Tafsir Al-Qurtubi menjelaskan bahwa musibah merupakan segala sesuatu yang diderita atau dirasakan oleh seorang mukmin. Kata musibah merupakan bentuk tunggal, sedangkan bentuk jamaknya adalah al-mashaib.

Istilah musibah umumnya digunakan untuk menyebut kejadian yang tidak menyenangkan, baik ringan maupun berat. Karena itu, berbagai peristiwa seperti kehilangan, penyakit, kemiskinan, bencana alam, hingga kematian kerap disebut sebagai musibah.

Namun, Allah SWT tidak pernah menetapkan sesuatu tanpa hikmah. Bahkan, musibah dapat menjadi sarana bagi manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya.

Baca juga: Memahami Bencana, Ujian atau Teguran Allah SWT?

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 22-23:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ ۝٢٢ لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

"Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri."

Jangan Berlebihan dalam Menyikapi Musibah

Menurut M Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, ayat tersebut mengingatkan manusia agar tidak terlalu larut dalam persoalan duniawi.

Berbagai bencana yang terjadi di bumi, seperti kekeringan, paceklik, longsor, gempa bumi dan banjir, maupun musibah yang menimpa diri manusia seperti penyakit, kemiskinan dan kematian, berada dalam pengetahuan dan ketetapan Allah SWT.

Pemahaman tersebut bukan berarti manusia boleh berpangku tangan menghadapi musibah. Sebaliknya, manusia tetap diperintahkan untuk berikhtiar, tetapi tidak boleh kehilangan keseimbangan dalam menyikapinya.

Allah SWT mengingatkan manusia agar tidak berlebihan ketika memperoleh kenikmatan dan tidak pula tenggelam dalam kesedihan ketika kehilangan sesuatu yang dicintainya.

Dengan demikian, ayat Surah Al-Hadid tersebut mengajarkan keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Kenikmatan tidak seharusnya membuat manusia sombong, sementara musibah tidak semestinya membuat seseorang berputus asa.

Kisah Nabi Yunus dan Doa Saat Ditimpa Musibah

Al-Qur'an juga mengabadikan kisah Nabi Yunus AS yang menghadapi ujian berat dalam perjalanan dakwahnya.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |