loading...
Kebiasan scroll berita buruk (doomscrolling) bisa merusak kesehatan mental. Foto: WebMD
JAKARTA - Di era informasi digital, doomscrolling menjadi kebiasaan yang sulit dihindari. Seseorang bisa terus-menerus mengonsumsi berita buruk tentang perang, bencana, dan krisis global sejak pagi hari. Tanpa disadari, perilaku ini dapat memperburuk kondisi kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Doomscrolling merupakan kebiasaan menggulir layar ponsel secara terus-menerus, terutama untuk mengonsumsi konten negatif atau tanpa tujuan jelas, seperti berita buruk, drama media sosial, hingga konten yang memicu kecemasan. Kebiasaan ini sering terjadi tanpa disadari, biasanya saat malam hari atau saat seseorang sedang merasa lelah.
Baca Juga : Doomscrolling, Sebutan Terlalu Banyak Melihat Konten Negatif
Bukannya beristirahat, pengguna ponsel justru terus terpapar informasi yang memicu stres dan membuat kualitas tidur menurun. Menurut Budi, penggunaan ponsel yang tidak terkontrol bisa berdampak pada kesehatan mental karena memicu sensasi kecanduan yang tidak memberikan manfaat jangka panjang.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kembali membagikan konten edukatif melalui seri Budi Gemar Sharing #BGS di media sosial Instagramnya. Kali ini, ia membahas soal fenomena doomscrolling dan cara mengatasinya.
Untuk mengatasi kebiasaan tersebut, Budi membagikan tiga tips yang bisa langsung diterapkan pengguna ponsel:
Batasi Waktu Penggunaan Aplikasi
Ia menyarankan untuk memanfaatkan fitur bawaan ponsel, seperti App Time Limit, untuk membatasi durasi penggunaan media sosial. Dengan pembatasan ini, pengguna diharapkan lebih sadar terhadap waktu yang dihabiskan di depan layar.
Baca Juga : Hindari Ganguan Mental, Banyak Orang Kembali ke HP Jadul
Bersihkan Home Screen
Langkah berikutnya adalah menghapus aplikasi media sosial dari tampilan utama ponsel. Dengan begitu, akses ke aplikasi tersebut tidak lagi instan dan dapat mengurangi kebiasaan membuka aplikasi secara refleks.




































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452821/original/063692700_1766459920-wasit_jepang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3202958/original/062911200_1596893908-Persijap_Jepara.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442611/original/013751400_1765547342-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5443193/original/064411900_1765630737-photo-collage.png__4_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5441153/original/025905600_1765454961-Latihan_timnas_Indonesia-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450906/original/030578000_1766207394-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5421481/original/068027300_1763908715-InShot_20251123_213621046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5435929/original/016152500_1765116811-2025120BL_Latihan_Timnas_Indonesia_Jelang_Vs_Filipina_di_Grup_C_SEA_Games_2025-26.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5437040/original/037934400_1765195165-Timnas_Indonesia_U-22_vs_Filipina_U-22-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4516790/original/057219800_1690459575-Persib_Bandung_-_Iluistrasi_Bojan_Hodak_copy.jpg)

