MAKASSAR, BKM.COM — Transformasi besar-besaran yang dilakukan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap efisiensi layanan pelabuhan, khususnya di sektor multipurpose atau non-peti kemas.
Digitalisasi operasional, penguatan standar keselamatan kerja, hingga percepatan waktu bongkar muat menjadi fokus utama perusahaan pasca pembentukan subholding berbasis bisnis spesifik.
Hal itu disampaikan VP Komunikasi Korporasi Farid Chairmawan saat memaparkan perkembangan transformasi operasional Pelindo Multi Terminal di Makassar, Selasa (19/5) di Arma Kafe, Jalan Andi Djemma.
Menurut Farid, pembentukan subholding membuat setiap lini bisnis dapat lebih fokus melakukan pembenahan sesuai karakteristik operasional masing-masing.
“Dulu mungkin banyak hal yang belum terpikirkan. Sekarang, setelah dibentuk subholding yang fokus ke bisnisnya masing-masing, perbaikannya bisa langsung menyasar segmen-segmen spesifik,” ujarnya.
Salah satu transformasi terbesar yang dilakukan adalah digitalisasi sistem operasional pelabuhan. Melalui platform digital terintegrasi dan pusat pengendalian Planning and Control (PNC), aktivitas bongkar muat kini dapat dipantau secara real-time.
Mulai dari jumlah kendaraan di dermaga, proses keluar masuk timbangan, hingga volume barang yang telah dibongkar dari kapal kini terekam secara otomatis dalam sistem.
“Kalau dulu kegiatan muat 10 ribu ton hanya berdasarkan prediksi atau laporan, sekarang semuanya termonitor. Di gate ada timbangan yang langsung terkoneksi ke pusat monitoring. Jadi kalau ternyata yang termuat 11 ribu ton, tagihannya juga otomatis mengikuti data aktual,” jelas Farid.
Ia menambahkan, transformasi multipurpose di Pelindo dibangun melalui enam pilar utama, yakni digitalisasi, fasilitas, peralatan, HSSE (Health, Safety, Security and Environment), sumber daya manusia, serta proses bisnis.
Menurutnya, digitalisasi menjadi elemen paling penting karena memungkinkan seluruh proses operasional, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, diawasi secara terpusat dan transparan.
Selain efisiensi, Pelindo juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan kerja atau HSSE. Tantangan terbesar, kata Farid, muncul karena operasional multipurpose melibatkan banyak pihak, termasuk perusahaan bongkar muat (PBM) swasta dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM).
“Sekarang siapapun yang beroperasi di pelabuhan, baik vendor, buruh, maupun PBM swasta, harus mengikuti standar HSSE yang sama. Karena kalau terjadi insiden, yang disebut pasti pelabuhannya,” katanya.
Sebagai upaya pencegahan, Pelindo rutin melakukan briefing, walkthrough, dan inspeksi keselamatan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas operasional pelabuhan.
Di sisi operasional, transformasi juga berdampak pada percepatan waktu pelayanan kapal. Jika sebelumnya proses bongkar muat satu kapal bisa memakan waktu hingga 12 sampai 14 hari, kini dapat dipercepat menjadi sekitar 6 hingga 7 hari.
SPMT Makassar yang menggunakan alat Harbor Mobile Crane (HMC) bahkan mampu mencapai produktivitas bongkar muat hingga 8.000 sampai 9.000 ton per hari untuk satu kapal.
Untuk kapal dengan muatan sekitar 42 ribu ton, proses pembongkaran kini rata-rata hanya membutuhkan enam hari kerja dalam kondisi cuaca normal.
“Dulu satu kapal bisa 12 sampai 14 hari. Sekarang dengan sistem dan alat yang lebih baik, bisa ditekan menjadi 6 sampai 7 hari. Ini percepatan yang sangat signifikan,” ujar salah satu perwakilan operasional SPMT Makassar.
Pelindo juga menerapkan sistem operasional 24 jam atau 24/7 guna mempercepat arus logistik. Langkah tersebut dinilai penting karena banyak komoditas multipurpose sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Farid menilai pertumbuhan sektor multipurpose tidak hanya mencerminkan peningkatan aktivitas pelabuhan, tetapi juga menjadi indikator geliat ekonomi daerah hinterland.
Menurutnya, tingginya aktivitas bongkar muat komoditas seperti batu bara, CPO, pupuk, maupun gandum menunjukkan pertumbuhan sektor industri, pertambangan, hingga perkebunan di wilayah pendukung pelabuhan.
“Pertumbuhan multipurpose itu bukan hanya tentang pelabuhan, tapi juga pertumbuhan industri, pengusaha, dan ekonomi daerah,” tutupnya. (rhm)

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511026/original/088863500_1771860265-Half-time.__MandiriTranshipxBaliUnited__Reignite.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479366/original/020442700_1768975667-indonesia_arena.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500137/original/026177300_1770815891-Ratchaburi_FC_vs_Persib_Bandung.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397998/original/062238400_1761826690-kadu.jpg)