USD1 Kini Setara 2 Juta Rial Iran, Kalau Dibelanjakan Dapat Apa?

3 hours ago 6

loading...

Nilai tukar rial Iran telah jatuh ke rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat. Foto/aljazeera

TEHERAN - Nilai tukar rial Iran telah jatuh ke rekor terendah terhadap dolar Amerika Serikat, melampaui angka 2 juta rial per dolar di pasar bebas. Kondisi ini setelah Washington memberlakukan sanksi terberatnya sejauh ini dalam upaya melumpuhkan ekonomi Teheran.

Perekonomian Iran telah lumpuh akibat sanksi AS dan internasional selama beberapa dekade, terutama terkait program nuklirnya.

Nilai rial Iran anjlok dan masalah inflasi kian menambah penderitaan rakyat. Perang AS-Israel terhadap Iran, yang dimulai pada 28 Februari, memperparah kesulitan ekonomi bagi negara berpenduduk sekitar 92 juta jiwa ini.

Untuk memahami harga barang-barang kebutuhan sehari-hari saat ini, Al Jazeera memantau harga makanan, pakaian, dan obat-obatan di Teheran, serta membandingkannya dengan harga barang yang sama sebelum perang pecah.

Berapa Harga Kebutuhan Pokok di Iran?

Sebelum perang, uang sebesar 2 juta rial bisa membeli sekitar 4 kg tomat, setengah kilogram daging ayam, dan sedikit kurang dari satu liter minyak goreng.

Saat ini, jumlah uang yang sama hanya bisa membeli sekitar separuhnya saja, dengan kenaikan harga rata-rata tomat sebesar 71 persen, daging ayam 74 persen, dan minyak goreng 177 persen.

Harga insulin—kebutuhan vital bagi penderita diabetes—melonjak hingga 642 persen, sementara obat-obatan penting seperti parasetamol naik 93 persen, dan susu formula bayi—yang sebagian besar disubsidi pemerintah—harganya naik 95 persen.

Berikut ini biaya rata-rata makanan, pakaian, dan obat-obatan sebelum perang dan pada hari Rabu, harga-harga masih sangat fluktuatif, dan angka-angka tersebut mencerminkan nilai rata-rata.

Cara Bertahan Hidup hingga Akhir Bulan

Bagi keluarga-keluarga di Iran, situasi ini mengharuskan mereka mengubah tidak hanya jumlah barang yang dibeli, tetapi juga pola makan mereka.

Afsaneh, seorang ibu berusia 35 tahun yang memiliki anak berusia satu tahun dan tinggal bersama suaminya di Teheran, mengatakan pengeluaran mingguan keluarganya untuk belanja kebutuhan pokok telah meningkat antara 20 hingga 30 persen.
“Sebelum perang, kami bisa memikirkan apa yang ingin kami lakukan tiga atau enam bulan ke depan, tetapi sekarang satu-satunya kekhawatiran kami adalah bagaimana bisa bertahan hingga akhir bulan dengan penghasilan yang ada,” ujar Afsaneh kepada Al Jazeera.

Dia menjelaskan, “Saya dan suami sama-sama bekerja, dan kami memiliki anak berusia satu tahun. Biaya harian penitipan anak kini mencapai sekitar 500.000 toman [5 juta rial atau USD2,5], jumlah yang sulit kami jangkau.”

Toman adalah istilah yang digunakan warga Iran untuk menyebut rial sebagai satuan tidak resmi yang setara dengan 10 rial Iran.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |