Wali Kota Minta Ketua RT/RW Berani Laporkan Jika Ada Pungli di Kelurahan

2 hours ago 3

BeritaKotaMakassar > Headline

Minggu 8 Februari 2026 16:30 pm oleh

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyalami ketua RT/RW yang hadir dalam acara silaturahmi di Pantai Indah Bosowa, Minggu (8/2/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyalami ketua RT/RW yang hadir dalam acara silaturahmi di Pantai Indah Bosowa, Minggu (8/2/2026).

MAKASSAR, BKM — Ribuan ketua RT/RW se-Kota Makassar hadir dalam silaturahmi yang dilaksanakan di Pantai Indah Bosowa, Minggu (8/2/2026). Gathering ini dihadiri langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Di depan seluruh ketua RT/RW yang hadir, Wali Kota yang karib disapa Appi itu menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, jujur, dan bebas dari praktik pungutan liar. Ia meminta agar segala bentuk penyimpangan yang dilakukan aparatur kelurahan segera dilaporkan.

“Saya tidak mau mendengar ada bayar-membayar di kelurahan. Tidak boleh ada oknum yang memanfaatkan fasilitas pemerintah untuk kepentingan pribadi,” tegas Appi.

Ia meminta kepada para ketua RT/RW yang merupakan ujung tombak dan garda terdepan dalam pelayanan masyarakat, tidak ragu menyampaikan laporan jika menemukan pelanggaran. Menurutnya, keberanian melapor adalah bagian dari upaya bersama membangun pemerintahan yang bersih dan profesional.

“Tidak usah takut. Kita mau menjalankan pemerintahan ini dengan baik, dengan bersih, dengan jujur,” ujarnya.

Selain soal integritas, Munafri juga menekankan pentingnya kesehatan bagi para RT dan RW. Ia menyebut RT/RW sebagai tulang punggung pemerintah karena paling memahami kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.

“Kalau tidak sehat, tidak bisa maksimal menjalankan tugas. RT/RW harus fit agar mampu melihat langsung kondisi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Munafri juga mengapresiasi panitia dan seluruh RT/RW karena kegiatan tersebut terlaksana tanpa menggunakan anggaran Pemerintah Kota Makassar.

“Satu rupiah pun tidak ada uang pemerintah kota yang dipakai. Ini murni acara RT/RW. Saya datang sebagai tamu dan berterima kasih atas undangannya,” ungkapnya.

Isu kebersihan menjadi perhatian serius Wali Kota. Ia mengajak masyarakat rutin melakukan kerja bakti dan mengelola sampah dari sumbernya. Bahkan, Munafri menyinggung potensi ekonomi dari pengelolaan sampah, seperti botol plastik bekas yang kini bernilai jual hingga Rp7.000–Rp8.000 per kilogram.

“Kalau semua RT bisa menampung dan mengelola, ini bisa menambah income di wilayah masing-masing. Bisa lewat bank sampah atau cara lain,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Munafri menyampaikan komitmennya bersama Wakil Wali Kota, Alia, untuk lima tahun ke depan menghadirkan pelayanan maksimal bagi warga Makassar.

“Saya tidak mau lihat lagi ada warga susah berobat, susah makan, atau susah mendapatkan pekerjaan. Tapi ini tidak bisa dikerjakan pemerintah sendiri, harus dengan kolaborasi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar RT/RW aktif, responsif, dan dekat dengan warganya.

“Saya tidak mau mendengar ada RT/RW dilaporkan karena malas, tidak mau mendengar keluhan warga, atau tidak menjalankan program pemerintah,” pungkas Munafri.

Acara tersebut ditutup dengan kejutan dari Wali Kota yang memberikan satu unit sepeda motor dan umrah sebagai bentuk apresiasi kepada ketua RT/RW. (rhm)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |