Warga Keluhkan Soal Daya Listrik di Reses, Amran: DPRD Akan Panggil PLN Lewat RDPU

13 hours ago 5

WAJO,BKM.COM – Anggota DPRD Kabupaten Wajo dari Daerah Pemilihan II, Amran, S.Sos., M.Si., menerima beragam keluhan dan harapan warga saat melaksanakan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Dusun Tanatempare’e, Desa Palippu, Kecamatan Tanasitolo, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Tanasitolo, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Wajo, Sekretaris Desa Palippu, serta diikuti oleh warga dari Desa Palippu, Desa Mario, Desa Wajoriaja, dan Desa Pakkana.

Dalam dialog terbuka, permasalahan yang paling banyak disampaikan adalah kondisi tegangan listrik yang sangat rendah dan sering turun, yang sudah berlangsung lama tanpa ada penyelesaian yang nyata. Warga merasakan kerugian yang cukup besar, karena tegangan yang tidak stabil sering menyebabkan kerusakan pada berbagai peralatan elektronik. Di malam hari pun pasokan daya tidak memadai sehingga aktivitas rumah tangga terganggu, padahal tagihan listrik tetap dibayarkan secara penuh setiap bulan.

Kondisi ini bahkan berdampak langsung pada ketersediaan air bersih. Sarana penyediaan air bersih berbasis tenaga listrik seperti PAMSIMAS sering tidak dapat beroperasi dengan baik, sehingga pendistribusian air bersih ke rumah warga pun terhenti.

Salah satu warga setempat, Kikong, menyampaikan kekecewaannya atas hal tersebut.
“Kami sudah lama menanggung kesulitan akibat listrik yang sering bermasalah. Banyak barang elektronik kami yang rusak, mulai dari pesawat televisi, kulkas, hingga pompa air. Padahal kami selalu membayar tagihan tepat waktu. Kami berharap Bapak Amran dan DPRD benar-benar memperjuangkan hal ini sampai ada solusi nyata dari pihak PLN,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan warga, rendahnya tegangan diduga karena jaringan menuju Dusun Tanatempare’e masih menggunakan jenis kabel lama, dengan jarak sekitar 3 kilometer dari titik trafo yang berada di dekat Kantor Desa Palippu. Hal ini membuat daya yang sampai ke wilayah pemukiman menjadi tidak maksimal.

Masyarakat meminta agar DPRD Kabupaten Wajo segera memanggil pihak PLN ULP Sengkang dan menyampaikan permasalahan ini kepada PLN UP3 Watampone, guna dilakukan peningkatan jaringan maupun penambahan sarana kelistrikan yang dibutuhkan.

Menanggapi hal itu, Amran menjelaskan bahwa upaya penyelesaian masalah ini sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak sebelumnya.
“Sebenarnya persoalan ini bukan baru saya ketahui hari ini. Saya sudah meminta PLN ULP Sengkang melakukan peninjauan ke lokasi, dan juga sudah mendatangi kantor mereka untuk menagih kepastian penanganan. Namun sampai saat ini belum ada perubahan, karena menurut pihak PLN pelaksanaannya masih menunggu persetujuan dari PLN UP3 Watampone. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, karena masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian,” jelas politisi dari Fraksi PPP-Gelora ini.

Amran menegaskan bahwa pelayanan kelistrikan adalah hak dasar masyarakat yang tidak boleh dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, ia memastikan akan membahas masalah ini secara resmi melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di lingkungan DPRD Kabupaten Wajo.

“Melalui RDPU nanti, kami akan mengundang pihak PLN ULP Sengkang maupun PLN UP3 Watampone, perangkat desa, pemerintah kecamatan, serta perwakilan warga agar masalah ini dibahas secara terbuka dan tuntas. Kami akan menuntut adanya komitmen serta jadwal waktu yang jelas dari PLN, sehingga warga tidak terus-menerus menjadi korban pelayanan yang belum maksimal,” tegasnya.

Anggota DPRD ini juga berjanji tidak akan berhenti sebelum masalah ini benar-benar terselesaikan.
“Saya tidak ingin semua ini hanya berhenti pada pertemuan atau janji saja. Saya akan terus mengawal sampai warga di Tanatempare’e mendapatkan pelayanan listrik yang layak, stabil, dan aman. Masyarakat sudah melaksanakan kewajibannya dengan membayar tagihan, maka mereka juga berhak mendapatkan pelayanan yang setara dengan wilayah lainnya,” tambahnya.

Selain masalah kelistrikan, warga juga menyampaikan harapan agar ruas jalan Tancung–Palippu segera mendapatkan penanganan pengaspalan, mengingat jalur ini merupakan akses utama yang sangat penting untuk menunjang pendidikan, perekonomian, dan mobilitas sehari-hari. Masyarakat juga meminta perhatian terhadap peningkatan pelayanan air bersih, baik dari sisi penambahan jaringan maupun kapasitas sistem pengelolaannya agar dapat melayani kebutuhan warga secara berkelanjutan.

Amran menegaskan seluruh usulan yang diterima dari masyarakat akan segera diproses dan diperjuangkan bersama pemerintah daerah serta instansi terkait, agar segera masuk ke dalam rencana pembangunan dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga di wilayah Kecamatan Tanasitolo. (Humas DPRD Wajo)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |