Analisis Luciano Leandro: Perbedaan Mencolok Era Shin Tae-yong, Patrick Kluivert, dan John Herdman di Timnas Indonesia

5 hours ago 2

Bola.com, Jakarta - Era baru Timnas Indonesia bersama John Herdman langsung menghadirkan warna berbeda. Kemenangan besar atas Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series 2026 menjadi sinyal kuat perubahan pendekatan taktik di skuad Garuda.

Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026) malam WIB, Timnas Indonesia menang telak empat gol tanpa balas dari tim asal Karibia, Amerika Utara tersebut.

Herdman resmi ditunjuk sebagai nakhoda anyar Timnas Indonesia pada awal Januari lalu, menggantikan Patrick Kluivert. Sebelumnya, Tim Merah-Putih diasuh Shin Tae-yong selama hampir lima tahun, tepatnya 2019 hingga 2025.

Legenda PSM Makassar, Luciano Leandro, menilai ada perbedaan signifikan dalam pendekatan taktik dari ketiga pelatih tersebut, khususnya dalam fleksibilitas permainan di lapangan.

"Perbedaan yang paling mencolok dari ketiga pelatih adalah fleksibilitas taktis yang dikombinasikan dengan intensitas tinggi. Improvisasi taktik yang sulit ditebak menjadi faktor pembeda dalam laga ini," ujar Luciano kepada Bola.com, Minggu (29/3/2026).

Juara Dunia FM membongkar dan membedah taktik Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert untuk mencari tahu strategi siapa yang paling manjur bagi Timnas Indonesia di Football Manager

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Era Shin Tae-yong: Solid dan Disiplin

Menurut Luciano, era Shin Tae-yong identik dengan kekuatan bertahan yang solid serta disiplin posisi sangat ketat. Sistem tiga bek yang diterapkan pelatih asal Korea Selatan itu memberikan perlindungan ekstra di area kotak penalti.

"Shin Tae-yong memberikan perlindungan ekstra di dalam kotak penalti dan memberikan kebebasan bagi bek sayap untuk membantu penyerangan tanpa rasa khawatir," ulasnya.

Tidak hanya itu, transisi permainan juga menjadi ciri khas utama. "Fokus pada disiplin posisional dan transisi yang sangat cepat dari bertahan ke menyerang atau counter-attack cepat."

"Tiga bek tengah dalam skema Shin Tae-yong sering kali dituntut memiliki kemampuan distribusi bola yang baik untuk membangun serangan dari lini belakang," sambung pria asal Brasil tersebut.

Era Herdman: Dinamis dan Sulit Ditebak

Berbeda dengan pendahulunya, John Herdman dinilai membawa pendekatan yang lebih modern dan fleksibel.Luciano menyebut gaya Herdman sebagai 'bunglon' karena mampu beradaptasi dengan berbagai situasi di lapangan.

"Kalau John Herdman ini menurut saya modernitas dinamis dan versatilitas. Herdman dikenal dengan pendekatan ‘bunglon’. Formasi tiga beknya sangat cair dan sering kali berubah menjadi empat bek di tengah pertandingan," paparnya.

Pendekatan ini memungkinkan Timnas Indonesia lebih variatif dalam membangun serangan maupun bertahan. Herdman juga fokus menciptakan keunggulan jumlah pemain di area tertentu.

"Fungsi utamanya untuk menciptakan overload (keunggulan jumlah pemain) di lini tengah dan mengeksploitasi lebar lapangan," tutup Luciano Leandro.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |