Antara Mappesabbi dan Tudang Ade

2 weeks ago 20

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Rangkaian HJL Luwu ke 758 dan HPRL ke 80

Jumat 23 Januari 2026 07:00 am oleh

PROSESI MAPPESABBI -- Pemkab Luwu melaksanakan prosesi adat mappesabbi sebagai rangkaian awal peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 di Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Rabu (21/1).

PROSESI MAPPESABBI -- Pemkab Luwu melaksanakan prosesi adat mappesabbi sebagai rangkaian awal peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 di Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Rabu (21/1).

PEMKAB Luwu melaksanakan prosesi adat mappesabbi sebagai rangkaian awal peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-80 di Kedatuan Luwu, Kota Palopo, Rabu (21/1).

Prosesi dipimpin Pj Sekkab Luwu, Muhammad Rudi, bersama Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, serta Camat se-Kabupaten Luwu. Rombongan menghadap dan menyampaikan penghormatan kepada Datu Luwu ke-40, Andi Maradang Mackulau, serta Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu.
Dalam prosesi, Pj Sekkab Muhammad Rudi, menyampaikan maksud kehadiran jajaran pemerintah daerah kepada Datu Luwu.
“Saya Pj Sekkab bersama pimpinan OPD, para Camat dan Kepala Desa datang ke istana yang mulia untuk menyampaikan kebahagiaan kami dalam merayakan Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80,” ujar Muhammad Rudi.

Prosesi mappesabbi menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan HJL dan HPRL, di mana panitia secara resmi menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan peringatan kepada Datu Luwu sebagai pemangku adat tertinggi Kedatuan Luwu.

Usai mappesabbi, kegiatan dilanjutkan dengan tudang ade yang dihadiri kepala daerah se-Tana Luwu, Forkopimda se-Tana Luwu, Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN), serta Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) se-Indonesia, yang berlangsung di SalassaE Kedatuan Luwu.
Tudang Ade merupakan musyawarah adat yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, Kedatuan Luwu, pemangku adat, dan tokoh masyarakat. Tradisi ini bertujuan membahas persoalan kemasyarakatan dan adat istiadat sebagai wujud harmonisasi pemerintahan modern dengan nilai-nilai luhur budaya Luwu.

Rangkaian kegiatan selanjutnya adalah mappakurusumange dari Ana’ TelluE, berupa kirab dari Masjid Agung Luwu Palopo menuju Istana Kedatuan Luwu untuk diantar ke LangkanaE. Pada sore hari dilaksanakan pembukaan Pameran Bassi Luwu serta pembukaan Kampung Budaya, UMKM, dan Pasar Murah yang digelar BPP KKLR, BPW KKLR Sulsel, dan Universitas Andi Djemma di halaman Istana Kedatuan Luwu.

Pada malam hari, rangkaian kegiatan diisi dengan Royal Dinner Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara. Kegiatan berlanjut pada Kamis, (22/1) dengan musyawarah internal FSKN dan jamuan makan siang FSKN oleh Bupati Luwu di rumah jabatan Bupati Luwu, Belopa.

Puncak peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80 dilaksanakan pada Jumat (23/1) melalui prosesi Makkasawiang / Mabbalisumange dan Mappangolo Lise Rakki, yaitu menghadapkan isi rakki ke hadapan Datu Luwu oleh perwakilan daerah, dilanjutkan Mappasisele Lise Rakki sebagai simbol pertukaran dan kebersamaan dengan pemerintah daerah.
Rangkaian puncak acara juga diisi dengan prosesi Manre Saperra, yakni makan bersama di atas bentangan kain panjang sebagai simbol kesetaraan dan pelepasan nazar. Sebagai penutup, digelar Malam Puncak Peringatan HJL dan HPRL melalui Anugerah Budaya Luwu 2026 di halaman Istana Kedatuan Luwu.

Melalui peringatan ini, Pemkab Luwu menegaskan komitmen untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengintegrasikan nilai-nilai adat dan budaya Luwu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan bermasyarakat. (rls)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |