Banjir Rendam Delapan Kecamatan di Maros, Ribuan Warga Mengungsi

14 hours ago 11

BeritaKotaMakassar > Headline

Rabu 25 Februari 2026 16:35 pm oleh

Personel BPBD Maros berusaha mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Rabu (25/2/2026).

Personel BPBD Maros berusaha mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Rabu (25/2/2026).

MAROS,BKM — Setelah sempat surut, banjir kembali menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Maros, Rabu (25/2/2026). Air dengan ketinggian bervariasi mulai dari 50 sentimeter hingga satu meter lebih merendam permukiman warga di sejumlah titik.

Wilayah terparah berada di Kecamatan Camba serta Kecamatan Marusu, tepatnya di Dusun Kampala. Warga terpaksa beraktivitas di atas rumah panggung dan menggunakan perahu untuk beribadah maupun menjalani aktivitas sehari-hari.

Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Maros sejak beberapa hari terakhir. Selain itu, sebelumnya sempat terjadi air pasang laut yang menghambat aliran sungai di muara sehingga memperparah luapan air.

Berdasarkan data BPBD Maros, sedikitnya delapan kecamatan terdampak, yakni Camba, Tompobulu, Cenrana, Mallawa, Marusu, Maros Baru, Turikale, dan Lau. Sejumlah wilayah tersebut berada di bantaran Sungai Maros dan daerah aliran sungai (DAS) Walennae.

Data BMKG sebelumnya mencatat bahwa Kabupaten Maros termasuk wilayah dengan status awas curah hujan tinggi pada periode Dasarian II Januari 2026, dengan potensi hujan lebat hingga ekstrem.

Potensi hujan lebat di Maros diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari 2026 akibat aktifnya monsun Asia dan tingginya pembentukan awan cumulonimbus.

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mendirikan posko siaga bencana. “Untuk saat ini ada delapan kecamatan yang terdampak banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi. Rata-rata ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk mendirikan posko siaga bencana,” ujarnya.

Meski air sempat surut, banjir kembali naik dengan ketinggian yang relatif sama seperti sebelumnya. Hingga kini, belum ada warga yang mengungsi karena sebagian besar rumah terdampak merupakan rumah panggung.

Ketua RT Dusun Kampala, Daeng Sangkala, mengungkapkan bahwa banjir telah berulang kali melanda wilayahnya dalam dua bulan terakhir. “Sudah enam kali banjir dalam dua bulan ini. Sempat surut kemarin, sekarang naik lagi. Warga belum ada yang mengungsi, masih bertahan di rumah,” katanya.

BPBD Maros telah menyiapkan posko siaga untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya debit air. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Data yang diperoleh menyebutkan, di Dusun Kampala, Desa Bonto Mate’ne, Kecamatan Marusu ketinggian air di jalan raya mencapai 75 sentimeter, dan di dalam permukiman mencapai 1,25 meter. Jumlah warga terdampak diperkirakan sebanyak 750 jiwa atau 200 kepala keluarga.

Di Tekolabbua, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Batu, jumlah warga terdampak sebanyak 300 jiwa atau 100 KK. Di Desa Mattiro Desa, Kecamatan Lau, 750 jiwa atau 250 KK terdamak.

Sementara di Desa Bonto Lempangan, Kecamatan Bontoa, warga terdampak berjumlah 1.000 jiwa atau 300 KK. Di Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, warga terdampak sebanyak 700 jiwa atau 300 KK. (ari)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |