BRI Super League: Jan Olde Riekerink Puji Pemain Dewa United usai Tahan Imbang Persebaya dengan 10 Pemain

5 hours ago 4

Bola.com, Semarang - Dewa United berhasil mencuri satu poin di markas Persebaya Surabaya. Duel pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 itu berakhir 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (1-2-2026).

Menariknya, Dewa United bermain dengan 10 pemain saja sejak menit ke-37 setelah Nick Kuipers menerima kartu merah.

Kalah jumlah pemain rupanya tak membuat Banten Warriors melemah.

Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, melontarkan apresiasi terhadap ketangguhan mental serta kedisiplinan menjalankan strategi.

"Setelah kartu merah yang cepat, Anda harus bertarung lama melawan 11 pemain Persebaya yang mengandalkan fisik, itu yang bagus dari mental pemain," kata Riekerink.

Sebelum insiden kartu merah, Persebaya mencetak gol dulu lewat Francisco Rivera di menit ke-23. Dewa United kemudian membalasnya melalui Kafiatur Rizky tujuh menit berselang.

Trofi Piala Dunia hadir di Jakarta dalam FIFA World Cup Trophy Tour 2026. Dipamerkan di JCC Senayan, Kamis (22/1/2026), publik Indonesia mendapat momen langka menyaksikan langsung ikon supremasi sepak bola dunia.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Titik Balik Krusia

Pelatih asal Belanda itu menganggap pengusiran satu di antara pemainnya merupakan titik balik krusial yang memperumit jalannya duel. Di sisi lain, menjadi pembuktian bagi ketahanan psikis seluruh elemen tim Dewa United.

Situasi pelik tersebut menuntut perubahan skema mendadak, terutama dengan menginstruksikan barisan belakang untuk bermain lebih rendah demi membendung gelombang serangan tuan rumah di paruh kedua.

Tak hanya itu, Riekerink memerintahkan sektor pertahanan untuk tampil lebih solid dan mempersempit celah di zona berbahaya sendiri.

"Ini juga termasuk menarik posisi bertahan sekitar 20 hingga 25 meter guna mengantisipasi kecepatan serangan Persebaya," ungkapnya.

Aset Berharga

Riekerink meyakini satu poin dari GBT merupakan aset berharga untuk memupuk konsistensi performa sembari menegaskan bahwa karakter kuat yang diperlihatkan para pemain bakal memberikan pengaruh krusial untuk masa depan tim.

Keberhasilan menahan imbang Bajul Ijo menunjukkan kemajuan pesat Dewa United dalam mengelola krisis dan menjadi batu pijakan untuk kembali meramaikan persaingan di kasta tertinggi liga.

"Saya pikir dalam jangka panjang, kami akan kembali ke tempat yang seharusnya," tuturnya.

Hasil imbang ini membuat Dewa United mengoleksi 24 poin dalam 19 dan menduduki peringkat ke-10 klasemen sementara. Terdekat, mereka masih akan melakoni partai tandang ke markas Persik Kediri, Sabtu (7-2-2026). 

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |