Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes Sentil Wasit Asing di BRI Super League: kalau dari Luar Negeri Harusnya di Atas Standar!

7 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja wasit asing di BRI Super League 2025/2026. Evaluasi itu disampaikan pascalaga kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (1/2/2026) sore WIB.

Duel pekan ke-19 tersebut dipimpin oleh wasit asal Malaysia, Muhammad Nazmi bin Nasaruddin. Pertandingan ini dimenangkan Borneo FC dengan skor tipis 2-1.

Lefundes menilai kepemimpinan wasit dalam laga tersebut jauh dari ekspektasi. Menurutnya, keberadaan pengadil luar negeri semestinya memberi standar yang lebih tinggi, bukan justru memunculkan kebingungan di lapangan.

"Saya enggak tahu apa target atau kenapa ada wasit-wasit seperti ini. Tapi menurut saya kadang-kadang dalam pertandingan dia suka warning pemain tapi cuma dia bicarain, ‘eh awas, eh hati-hati’," kata Fabio Lefundes.

"Begitu dia simpan kartunya, kadang-kadang dia kasih kartu di momen yang enggak tepat menurut saya. Seharusnya sebelumnya karena ada berapa kali aksi menurut kami bisa dia kasih lebih awal," lanjutnya.

Persija Jakarta resmi merekrut bek Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, dari Buriram United pada bursa transfer paruh kedua BRI Super League 2025/2026. Transfer ini dilakukan untuk memperkuat lini belakang Macan Kemayoran dengan kontrak berdurasi 2,5 ...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dipertanyakan

Kekecewaan Fabio Lefundes semakin besar karena status wasit yang berasal dari luar negeri. Ia menegaskan jika kualitasnya tidak lebih baik dari wasit lokal, kehadiran mereka justru dipertanyakan.

“Menurut saya kalau wasit datang dari luar negeri harus di atas standar ya. Kalau enggak buat apa dia ke sini? Kita kadang harus tahan enggak ngomong sama dia karena ini wasit pernah kasih kartu ke saya saat melawan Persebaya," paparnya.

Situasi itu membuat staf pelatih Borneo FC harus ekstra menahan diri di pinggir lapangan. Lefundes menyebut komunikasi sedikit saja bisa berujung kartu, seperti yang dialami asisten pelatih Sultan Samma saat laga kontra PSIM.

"Sampai kita kadang-kadang harus tahan enggak ngomong sama dia. Tadi misalnya coach Sultan Samma kena kartu karena dia ngomong sedikit, akhirnya dia enggak bisa ada di bangku cadangan," ujar Lefundes.

Enggak Konsisten

Pelatih asal Brasil itu mengungkapkan adanya perbedaan perlakuan dalam pemberian kartu kepada pemain kedua tim. Salah satunya saat winger M. Sihran diganjar kartu kuning, sedangkan pelanggaran serupa dari kubu PSIM sebelumnya dibiarkan.

“Tadi terjadi satu aksinya, Sihran kena kartu tapi dua menit sebelumnya dengan aksi yang hampir sama tapi dia enggak kasih kartu ke pemain PSIM,” ucapnya.

Tidak hanya itu, keputusan krusial soal penalti dan anulir gol Borneo FC juga ikut dipersoalkan. Fabio Lefundes menilai penalti yang seharusnya didapat timnya sangat jelas.

"Terus saya mau ngomong soal penalti, itu penalti 100 persen. Tapi saya enggak tahu kriteria yang mereka pakai. Kalian lihat sendiri dia anulir juga gol pertama, gol kita yang pertama akhirnya ada cek VAR," pungkasnya.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |