Dari Kertas Pinjaman Beras ke Aksi Nyata Negara, Disdik Sinjai Pastikan Masa Depan Pendidikan Anak Tetap Terjaga

1 day ago 4

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Kamis 15 Januari 2026 21:27 pm oleh

Didampingi jajaran Dinas Pendidikan, Irwan mendatangi SD Negeri 220 Salohe di Dusun Balle, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Bulupoddo.

Didampingi jajaran Dinas Pendidikan, Irwan mendatangi SD Negeri 220 Salohe di Dusun Balle, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Bulupoddo.

SINJAI,BKM— Kisah pilu pasangan suami istri Katenni (40) dan Riski (32) yang sempat menyita perhatian publik setelah viral karena permintaan pinjaman beras melalui secarik kertas, terus memantik kepedulian banyak pihak. Kepedulian itu kini datang langsung dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sinjai, dengan turun tangannya Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sinjai, Irwan Suaib, untuk memastikan keberlangsungan pendidikan anak mereka.

Irwan Suaib menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, agar setiap anak memperoleh layanan pendidikan secara maksimal tanpa terkecuali. Atas dasar itu, Dinas Pendidikan melakukan kunjungan langsung ke sekolah serta menemui orang tua siswa.

Didampingi jajaran Dinas Pendidikan, Irwan mendatangi SD Negeri 220 Salohe di Dusun Balle, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Bulupoddo. Sekolah tersebut menjadi lokasi awal penyaluran perhatian pemerintah terhadap kondisi keluarga yang tengah menjadi sorotan publik.

Dalam kunjungan itu, Dinas Pendidikan Sinjai menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah berupa seragam, tas, sepatu, kaos kaki, dan alat tulis. Bantuan diserahkan melalui program Disdik Peduli sebagai bentuk konkret keberpihakan pemerintah kepada peserta didik dari keluarga kurang mampu.

“Pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujar Irwan Suaib usai penyerahan bantuan.

Tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, Irwan bersama rombongan melanjutkan kunjungan dengan berjalan kaki menuju rumah Katenni dan Riski. Di rumah sederhana tersebut, dilakukan dialog langsung dengan keluarga untuk memastikan anak mereka telah terdata sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP).

“Beasiswa PIP adalah salah satu instrumen penting untuk membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap bisa bersekolah. Kami ingin memastikan tidak ada yang terlewat,” tambahnya.

Kunjungan ini menegaskan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menunjukkan komitmen bahwa akses pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bahkan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |