Dua Komisi DPRD Gowa Studi di Yogyakarta

3 hours ago 5

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Target Optimalisasi Pengelolaan Pariwisata dan PAD

Sabtu 28 Februari 2026 07:00 am oleh

IST
KOMISI 2 -- Tim Komisi 2 DPRD Kabupaten Gowa saat berada di DPRD Bantul, Yogyakarta.

IST KOMISI 2 -- Tim Komisi 2 DPRD Kabupaten Gowa saat berada di DPRD Bantul, Yogyakarta.

GOWA, BKM — Dua komisi DPRD Kabupaten Gowa melakukan kunjungan kerja di kota Sleman dan Bantul, Yogyakarta. Selama empat hari mulai 23-26 Februari, para legislator Gowa ini melakukan diskusi dan sharing terkait sektor pariwisata khususnya dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Gowa.
Studi ini dilakukan karena diketahui Kabupaten Gowa menjadi daerah yang memiliki potensi wisata cukup besar. Apalagi event Beautiful Malino telah masuk destinasi wisata nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.
Guna memaksimalkan pendapatan asli daerah di sektor pariwisata ini, Pemkab Gowa melalui jajaran legislatif perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai daerah pariwisata untuk memperdalam kiat dan strategi dalam mengeksporasi sumber-sumber pendapatan dengan semaksimal mungkin.

Kunjungan 20 orang lebih legislator Gowa yang tergabung dalam Komisi 4 dan Komisi 2 dipimpin Wakil Ketua I DPRD Gowa Hasrul Abdul Rajab dan Wakil Ketua III DPRD Gowa Tyna Haji Tino.
Selama di Yogyakarta Komisi 4 fokus melakukan sharing di DPRD Kabupaten Sleman dan Komisi 2 di DPRD Kabupaten Bantul. Selain dua lembaga legislatif tersebut, para legislator Gowa juga melakukan hal sama dengan DPRD DI Yogyakarta.

”Jadi rombongan Komisi 2 dan Komisi 4 ini fokus pada peran DPRD dalam pengawasan dan pengelolaan retribusi pariwisata untuk meningkatkan PAD di Kabupaten Gowa. Kami menggali pengelolaan kepariwisataan dan penguatan sumber-sumber pendapatan daerah. Jadi kami berada di Daerah Istimewa Yogyakarta selama empat hari. Dua Komisi berbagi segmen yakni pengoptimalan pengelolaan kepariwisataan dan juga soal optimalisasi pendapatan daerah. Semoga hasil dari belajar ini, bisa kita adopsi dan dilakukan di Gowa sehingga PAD bisa optimal kita lakukan,”;kata Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab (HAR) yang memimpin rombongan Komisi 4 kepada BKM, Kamis (27/2).

Dikatakan HAR, sejauh ini DPRD Gowa punya sejumlah agenda yang outputnya adalah untuk peningkatan sejumlah program pembangunan daerah Gowa dan salah satunya adalah sektor pariwisata.
Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa menjadi referensi bagi Kabupaten Gowa dari kunjungan ini. Diantaranya pariwisata Yogyakarta berkontribusi dalam peningkatan PAD melalui retribusi, dengan optimalisasi pungutan di tempat wisata, parkir dan penginapan serta melakukan inovasi digitalisasi.

”Kami sangat optimis, Kabupaten Gowa bisa melakukan hal sama seperti di Yogyakarta. Seperti perbaikan tata kelola, rotasi petugas pemungut retribusi untuk mencegah kebocoran dan peningkatan kualitas infrastruktur guna meningkatkan kunjungan wisatawan. Termasuk juga mengupayakan pengembangan desa wisata,” kata HAR.
HAR juga mengakui, jika selama ini pengelolaan retribusi wisata dan PAD masih banyak kendala sehingga berpengaruh pada peningkatan PAD. Karena itu, harus dibenahi.
Banyak potensi kebocoran PAD diantaranya pengelolaan parkir yang belum maksimal, juga kebocoran dalam pungutan retribusi tempat wisata. Sebagai fungsi pengawasan, tambah HAR, DPRD Gowa tentu menginginkan yang terbaik bagi Kabupaten Gowa.

”Ini menjadi salah satu penyebabnya dan harus dibenahi. Karena itu Pemerintah Kabupaten Gowa harus bergerak cepat untuk merealisasikan potensi itu. Termasuk untuk mengoptimalkan potensi wisata Gowa yang kini menjadi destinasi kunjungan wisata yang ada di Sulsel yakni event Beautiful Malino yang sudah masuk KEN. Potensi pariwisata Gowa membutuhkan sistem pengelolaan yang baik untuk mendapatkan hasil maksimal,” kata legislator Partai Gerindra ini.

Sebagai fungsi pengawasan, HAR berharap pemerintah daerah harus banyak melakukan promosi pariwisata agar makin dikenal wisatawan khususnya dari luar Gowa.
Salah satu upaya promosi adalah memanfaatkan media sosial, membuat event tahunan, membangun kemitraan dengan pengusaha travel, maskapai dan lainnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga harus memperhatikan infrastruktur apalagi yang mengarah ke obyek wisata. Sebab salah satu kendala wisatawan malas melakukan perjalanan jika jalan yang dilalui tidak mulus.
”Jalan mulus adalah bentuk kenyamanan yang harus diciptakan untuk wisatawan. Banyaknya kunjungan wisata jelas akan menambah pendapatan daerah,” kata HAR.

Hal senada dikatakan Wakil Ketua III DPRD Gowa, Tyna Haji Tino. Legislator Partai Nasdem yang memimpin rombongan Komisi 2 tersebut, berharap optimalisasi pengelolaan PAD di Gowa harus dilakukan lebih maksimal.
”Kami melakukan studi ke sejumlah pemerintah kabupaten di Yogya ini tak lain sebagai perpanjangan tangan dari Pemkab Gowa. Kita ingin optimalisasi PAD menjadi komitmen besar dan nyata sehingga Gowa bisa tumbuh dan lebih maju lagi melalui penguatan ini. Jika Gowa melakukan optimalisasi maka masyarakatnya akan menikmati pembangunan dengan maksimal,” kata Tyna Haji Tino.

Dalam kunjungan tersebut, anggota Komisi 2 yang hadir adalah Muh Kasim Sila (PAN), Dian Purnamasari (Partai Gerindra), Eka Afriani (Partai Gerindra), Ayu Nurdani (PPP), Ajim Zulfikar (Partai Golkar), Faizal Nyengka (PAN), Sutihati Dahlan (Partai Demokrat), St Haniah Hafid (PKB), Rosita (Partai Nasdem), Nurjannah (Partai Nasdem) dan Abd Kadir Tulo (PPP).
Sedang Komisi 4 masing-masing adalah Nur As’ad Hijaz (PPP), Wardah Hamdat (Partai Golkar), Hasmollah (Partai Nasdem), Arfandi Parani (Partai Gerindra), Mappasomba Amir Dg Sila (PAN) dan lainnya. (sar)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |