Gelar PSIM Goes to Campus di UGM: Liana Tasno Ajak Mahasiswa Lirik Karier pada Industri Sepak Bola

10 hours ago 3

Bola.com, Jakarta - PSIM Yogyakarta menyelenggarakan edisi perdana program edukatif bertajuk PSIM Goes to Campus di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (24/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM tersebut mengajak mahasiswa berdiskusi mengenai prospek karier menjanjikan di balik layar industri sepak bola profesional, khususnya pada sektor manajemen klub.

Program tersebut menjadi langkah konkret manajemen klub yang dijuluki Laskar Mataram itu dalam membuka wawasan generasi muda, mengenai luasnya peluang di industri olahraga yang terus berkembang.

Agenda itu terealisasi berkat kolaborasi PSIM bersama sejumlah mitra internasional, seperti National Football League (NFL), U.S. Department of State Bureau of Educational and Cultural Affairs, inisiatif Sport and Peace, serta Program Global Sports Mentoring Program.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tembus Batas di Industri yang Didominasi Laki-laki

Selain itu, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai sponsor seperti Lapakgaming, Adem Sari, Plossa, Soffell, Rexona, Taro, Le Minerale, dan Hokben yang turut menyukseskan jalannya acara.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menunjukkan keseriusan tim berlogo Tugu Pal Putih itu dalam membangun ekosistem edukasi olahraga yang berkelanjutan dan berstandar global.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, hadir langsung memberikan pemaparan sekaligus berbagi pengalaman selama memimpin operasional klub. Ia dikenal sebagai pemimpin perempuan pertama di Tim Laskar Mataram.

Wanita berusia 41 tersebut mengisahkan perjuangannya menembus industri olahraga yang selama ini identik dengan dominasi pekerja laki-laki. Liana menjadi bagian dari PSIM sejak 2019 silam.

"Dulu saya sering menghadapi diskriminasi gender saat tumbuh sebagai pencinta olahraga di negeri ini. Kini misi utama saya adalah membangun jembatan emas agar bangsa kita bisa mencapai potensi maksimalnya di dunia olahraga," ujar Liana.

Butuh Dukungan Banyak Pihak

Menurut Liana, percepatan kemajuan klub dan industri sepak bola Indonesia membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Penyelarasan proses struktural hingga regulasi di tingkat nasional penting demi menciptakan iklim industri yang sehat.

"Ekosistem olahraga kita masih terus berjuang untuk bisa memberikan fasilitas yang layak dan merata. Hal ini tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh pihak," kata Liana.

Wanita kelahiran Bandung, Jawa Barat itu juga menyoroti minimnya praktisi teredukasi di sektor manajemen olahraga. Hal itu membuat bidang tersebut belum sepenuhnya dipandang sebagai profesi bergengsi.

"Masa depan olahraga nasional baru akan bersinar saat ada orang yang berani menunjukkan dan membuka jalan. Saya sangat ingin mengubah kondisi tersebut melalui beragam langkah edukasi berkelanjutan," tekadnya.

Pesan Liana Tasno

Kunjungan perdana ini juga dihadiri perwakilan manajemen klub seperti General Manager Steven PSIM, Sunny, dan Commercial Manager PSIM, Halifa Difa.

Menutup rangkaian acara, Liana memberikan pesan penting kepada para mahasiswa. Ia berharap mereka mulai menyadari potensi besar industri olahraga sejak masih duduk di bangku kuliah.

"Mahasiswa harus mulai sadar dan bisa melihat bagaimana setiap bidang bisa memberikan peluang karier yang menjanjikan di masa depan, termasuk olahraga," ucapnya.

"Negeri ini membutuhkan lebih banyak tenaga profesional berbekal pendidikan dan keterampilan yang mumpuni. Kalian harus memiliki pola pikir kepemimpinan dengan menjunjung tinggi nilai integritas di atas segalanya," tutup Liana.

Simak Persaingan Musim Ini:

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |