loading...
Kelompok Houthi memperingatkan negara-negara lain untuk tidak gabung dengan Arab Saudi dalam perang saudara Yaman. Foto/Mehr News Agency
SANAA - Kelompok Houthi mengeluarkan peringatan kepada negara-negara lain untuk tidak bergabung dengan Arab Saudi dalam perang saudara Yaman yang kembali berkobar. Secara khusus, kelompok pro-Iran ini meyakinkan pemerintah Presiden Donald Trump bahwa mereka tak akan menyerang kapal-kapal Amerika Serikat (AS) di Laut Merah.
Mohamed al-Bukhaiti, anggota biro politik Houthi, mengatakan kelompoknya telah dihubungi Washington setelah pasukan mereka bergerak maju dengan cepat menyusuri pesisir barat Yaman hingga mencapai Selat Bab el-Mandeb awal bulan ini.
Baca Juga: Arab Saudi Akui Ibu Kotanya Diserang Rudal Houthi, Perang Makin Meluas
“Kami telah menegaskan bahwa kami tidak menargetkan Amerika Serikat maupun negara lain di selat tersebut, dengan satu-satunya pengecualian adalah Saudi,” katanya kepada AP pada hari Minggu dalam wawancara melalui Zoom dari Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai pemberontak Houthi. “Hal itu masih berlaku.”
Presiden AS Donald Trump pada akhir pekan lalu mengatakan pemerintahannya telah melakukan pembicaraan dengan Houthi, tetapi tidak menyebutkan kapan pembicaraan itu berlangsung.
“Houthi menghubungi kami dan mereka tidak ingin berperang dengan kami,” katanya. “Mereka jauh lebih memilih agar kami tidak terlibat, dan mereka membiarkan sebagian besar kapal melintas.”
AP kemudian melaporkan bahwa Oman menjadi tuan rumah pertemuan antara perwakilan AS dan Houthi pada akhir pekan lalu. Laporan tersebut mengutip seorang pejabat Houthi dan individu lain yang mengetahui pembicaraan tersebut. Mereka berbicara secara anonim karena tidak berwenang memberikan informasi kepada media.
Namun, al-Bukhaiti hanya mengonfirmasi adanya kontak tidak langsung dengan pejabat AS melalui Oman, yang telah lama menjadi mediator. Oman sebelumnya menjadi perantara gencatan senjata pada 2025 antara Houthi dan pemerintahan Trump. Kesepakatan tersebut mengakhiri kampanye pengeboman AS terhadap kelompok pemberontak selama beberapa pekan, dengan imbalan penghentian serangan Houthi terhadap kapal-kapal AS di Laut Merah.
“Tujuan operasi militer kami bukan untuk menutup Selat Bab el-Mandeb, melainkan untuk memastikan kebebasan navigasi melalui selat tersebut bagi semua pihak, termasuk Yaman,” katanya.
Al-Bukhaiti mengatakan kelompok Houthi memiliki kemampuan untuk berperang di banyak front. “Jika ada negara mana pun yang terlibat dalam agresi terhadap Yaman bersama Arab Saudi," ujarnya.
“Hari ini, Yaman mampu melancarkan perang—bukan sekadar konflik internal, tetapi juga konflik internasional,” katanya.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522175/original/069914600_1772723013-IMG-20260305-WA0074.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336079/original/053558800_1788103689-manila.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330803/original/009644500_1787449446-783620818_1627328745417089_6331226236511042972_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286760/original/067371400_1752752751-WhatsApp_Image_2025-07-17_at_18.13.54__1_.jpeg)