Keutamaan Hijrah di Jalan Allah, Tinggalkan Lingkungan Penuh Maksiat dan Raih Pahala Besar

4 hours ago 5

loading...

Seseorang yang meninggalkan tempat atau keadaan yang menghalanginya untuk taat, kemudian berusaha mencari lingkungan yang lebih baik demi Allah dan Rasul-Nya, mendapatkan jaminan pahala dari Allah. Foto ilustrasi/ist

Hijrah bukan sekadar berpindah tempat. Dalam Islam, hijrah juga bermakna meninggalkan kemaksiatan dan kemungkaran untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan, orang yang meninggalkan sesuatu demi mencari keridaan Allah dijanjikan pahala besar .

Ulama besar ahli fikih dan hadis asal Uzbekistan, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H), menjelaskan keutamaan hijrah dalam Kitab Tanbihul Ghafilin. Ia mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta'ala tentang orang yang berhijrah di jalan-Nya.

Allah berfirman:

وَ مَنۡ یُّہَاجِرۡ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ یَجِدۡ فِی الۡاَرۡضِ مُرٰغَمًا کَثِیۡرًا وَّ سَعَۃً ؕ وَ مَنۡ یَّخۡرُجۡ مِنۡۢ بَیۡتِہٖ مُہَاجِرًا اِلَی اللّٰہِ وَ رَسُوۡلِہٖ ثُمَّ یُدۡرِکۡہُ الۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ اَجۡرُہٗ عَلَی اللّٰہِ ؕ وَ کَانَ اللّٰہُ غَفُوۡرًا رَّحِیۡمً

"Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS An-Nisa: 100).

Baca juga: Sudah Hijrah, Tapi Mengapa Harus Terus Minta Hidayah? Ini Jawabannya

Ayat tersebut menunjukkan besarnya kedudukan hijrah di jalan Allah. Seseorang yang meninggalkan tempat atau keadaan yang menghalanginya untuk taat, kemudian berusaha mencari lingkungan yang lebih baik demi Allah dan Rasul-Nya, mendapatkan jaminan pahala dari Allah.

Meneladani Hijrah Nabi Muhammad

Rasulullah صلى الله عليه وسلم sendiri melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam.

Karena itu, Imam Abu Laits menjelaskan bahwa seorang Muslim yang berada di daerah yang dipenuhi kemaksiatan, kemudian memilih meninggalkannya demi mencari keridaan Allah, telah mengikuti jejak para nabi, termasuk Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.

Namun, hijrah tidak selalu berarti seseorang harus berpindah secara fisik. Kondisi setiap Muslim tentu berbeda. Ketika seseorang tidak mampu meninggalkan lingkungannya, tetapi tetap mampu menjalankan ibadah dan membenci kemaksiatan yang terjadi di sekitarnya, sikap tersebut juga mendapat perhatian dalam penjelasan Imam Abu Laits.

Tidak Mampu Mengubah Kemungkaran, Jangan Membencinya dalam Hati

Imam Abu Laits As-Samarqandi berkata bahwa seseorang yang tidak berhijrah dari daerahnya, sementara ia masih mampu beribadah kepada Allah, tidak berdosa selama hatinya membenci kemaksiatan yang terjadi di sekitarnya.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |