Ketua Pokjawas Madrasah Sulsel Jadi Narasumber Workshop Kurikulum Berbasis Cinta di Tana Toraja

3 hours ago 4

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

 Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ridwan, S.Pd., M.Pd (empat dari kanan)., bersama Ketua Bidang Peningkatan Mutu Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Mardiana Suyuti, M.Pd., menjadi foto bersama usai menjadi narasumber pada Workshop "Merajut Cinta di Madrasah dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)" yang diselenggarakan oleh MGMP MAN Tana Toraja dan KKG MI Tana Toraja.

Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ridwan, S.Pd., M.Pd (empat dari kanan)., bersama Ketua Bidang Peningkatan Mutu Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Mardiana Suyuti, M.Pd., menjadi foto bersama usai menjadi narasumber pada Workshop "Merajut Cinta di Madrasah dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)" yang diselenggarakan oleh MGMP MAN Tana Toraja dan KKG MI Tana Toraja.

TORAJA,BKM.COM– Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ridwan, S.Pd., M.Pd., bersama Ketua Bidang Peningkatan Mutu Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Mardiana Suyuti, M.Pd., menjadi narasumber pada Workshop “Merajut Cinta di Madrasah dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)” yang diselenggarakan oleh MGMP MAN Tana Toraja dan KKG MI Tana Toraja.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 16–18 Juni 2026, dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, Usman Senong, S.Ag., M.A. Turut mendampingi dalam pembukaan, Pengawas Madrasah Kabupaten Tana Toraja, H. Sabir, S.Ag., M.Pd.I. dan Dra. Hj. Nirwana, M.Pd.I.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah berbagi pengalaman dan wawasan terkait implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kebijakan Kementerian Agama.

Workshop ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri atas guru madrasah dari berbagai jenjang di Kabupaten Tana Toraja. Selama kegiatan, peserta memperoleh materi-materi terkini mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, strategi pembelajaran yang bermakna, serta penguatan karakter peserta didik melalui pendekatan yang humanis dan penuh kasih sayang.

H. Ridwan menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep, melainkan sebuah paradigma pendidikan yang menempatkan kasih sayang, penghargaan terhadap martabat manusia, serta pembelajaran yang bermakna sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem madrasah yang unggul.

Melalui kegiatan ini diharapkan kompetensi guru semakin meningkat, sekaligus memperkuat sinergi antara pengawas, kepala madrasah, dan guru dalam mewujudkan madrasah yang inovatif,
adaptif, serta mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan berakhlak mulia.(rls)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |