![]()
Rabu 21 Januari 2026 07:00 am oleh ronalyw
MAKASSAR, BKM–Gerakan Rakyat (GR) secara resmi menjadi partai politik setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-I yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu, 17 Januari hingga Minggu, 18 Januari 2026 di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat.
Kehadiran Partai Gerakan Rakyat ini lebih mewarnai perpolitikan di Indonesia, apalagi partai ini membawa Tokoh Kehormatan Anies Baswedan menjadi calon presidennya di tahun 2029 mendatang.
Hanya saja, yang menjadi pertanyaan apakah Anis sebagai ikon Partai GR mampu diterima positif di sejumlah daerah, terkhusus di Sulawesi Selatan.
Guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Firdaus Muhammad menilai jika respon publik di Sulsel tentu positif tapi belum optimal. “Sejatinya Anies yang harus menjadi deklarator beserta tokoh lainnya agar momentumnya mudah diingat. Jadi yang dijual adalah tokohnya seperti Prabowo di Gerindra, SBY Demokrat, atau Gus Dur di PKB serta Anies di Partai GR,”ujar Firdaus Muhammad.
Sementara, Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto juga menegaskan, kemunculan Partai GR adalah upaya untuk memanfaatkan populisme yang muncul di masyarakat dengan menjadikannya Anies Baswedan sebagai ikon Partai GR.
“Ada gerakan-gerakan sempalan yang tidak sepakat dengan pemerintahan sekarang.Ttidak senang dengan legasi-legasi yang ditinggalkan Presiden sebelumnya Joko Widodo, sehingga ini dimanfaatkan untuk populis menggalang massa.Kita tahu sentral ada di Anis sebagai ikon politik, sehingga gerakan opurtunis yang memanfaatkan populisme anti pemerintahan bisa lebih membawa hasil,”jelasnya Andi Ali.
Hanya saja, ujar Andi Ali, masih jauh 2029 dan masih banyak yang bisa terjadi .Banyak kebijakan Presiden Prabowo yang cukup populis, tinggal apakah populismenya akan berbalik ke Parbowo atau semakin menguat Anies sebagai figur sentral untuk meraih keuntungan.
Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GR) Sulawesi Selatan, Asri Tadda mengemukakan, bila Partai GR berbeda dengan partai lain. Partai GR menetapkan Panca Dharma sebagai karakter setiap kadernya, di antaranya religiusitas, nasionalisme kerakyatan, kersa ksatria, kasih sayang, dan integritas moral.
“Selain karakter kader, organisasi partai akan dijalankan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat, terutama musyawarah mufakat,”ujar Asri Tadda yang pernah menjadi Jubir Capres Anies Baswedan.
Selain Asri Tadda, Ketua DPD GR Kendari, Andi Ahmad mengungkapkan bahwa di Rakernas menghasilkan semacam panduan yang lebih efektif untuk konsolidasi dari Pusat.
“Selama ini yang kita lakukan di daerah adalah merekrut dan merangkul kembali orang-orang yang pernah berjuang di pemilihan presiden (Pilpes) 2024 untuk Pak Anies Baswedan.Kita rangkul menjadi pengurus dan anggota Gerakan Rakyat dan kami sudah menyusun struktur di daerah dan tinggal nanti menunggu hasil resmi dari rakernas,”jelas Andi.
Selanjutnya Andi menyatakan, figur kami sudah jelas punya yaitu dengan ikonnya Pak Anies dan ikon GR yaitu perubahan sesuai visi misi yang dibawa oleh Anies kemarin yang terus kita bawa dan kita kembangkan.
“Terkait struktur kepengurusan Kendari dan Sultra sudah lengkap dan ini yang kita laporkan pada acara Rakernas. Kami berharap Rakernas juga merekomendasikan agar Gerakan Rakyat bisa berubah menjadi partai politik hal ini kita ikhtiarkan sebagai pengusung Pak Anies Baswedan maju di 2029,”imbuhnya.
Andi Ahmad menegaskan kehadiran ormas Gerakan Rakyat yang nanti akan kita jadikan partai politik ini tidak dibangun dari ruang kekuasaan, melainkan dari keresahan sosial yang selama ini tidak menemukan saluran politik yang memadai. GR tidak ingin terjebak dalam politik simbolik, melainkan mendorong perubahan nyata yang berpihak pada rakyat.
“Aspirasi kami berharap semoga Rakernas I GR ini dapat mengukuhkan Anies Baswedan menjadi Capres di 2029 dan ormas Gerakan Rakyat menjadi Partai Politik. Nama partainya sama dengan ormas atau lain bagi kami gak ada masalah. Itu yang kami harapkan,”pungkasnya.(rif)
Rekomendasi Untukmu
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315669/original/036979300_1755166331-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__5_of_75_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311465/original/049606900_1754884729-ciro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5144183/original/026949400_1740573054-20250226AA_PSIM_Yogyakarta_vs_Bhayangkara_FC-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377618/original/064730800_1760124644-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405336/original/061289300_1762440742-572131650_18535400431006712_4651309828750451428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406850/original/000591700_1762613614-WhatsApp_Image_2025-11-06_at_13.53.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371309/original/097536600_1759646645-peter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390103/original/004877800_1761227059-adam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405414/original/096964600_1762479709-Red_Star_Belgrade_vs_Lille-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405312/original/059386900_1762438221-574304230_18541908433014746_929382813160626846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403485/original/072797900_1762328490-572646150_18527069410028443_2263908646431501846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406000/original/064856300_1762507540-Arema_FC_vs_Persija_Jakarta.jpg)