Pemkab Jeneponto Optimis Hadapi 2026

3 hours ago 7

JENEPONTO, BKM — Kinerja perekonomian Kabupaten Jeneponto menunjukkan tren yang semakin menguat.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jeneponto, pertumbuhan ekonomi hingga Triwulan II Tahun 2025 tercatat sebesar 6,44 persen (c-to-c) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menegaskan, aktivitas ekonomi daerah bergerak dalam jalur yang positif dan stabil. Secara triwulan ke triwulan (q-to-q), pertumbuhan bahkan mencapai 23,68 persen, mencerminkan dinamika produksi dan distribusi yang semakin aktif di berbagai sektor.
Kabupaten Jeneponto masih ditopang sektor primer, namun sektor sekunder dan tersier turut memberikan kontribusi yang konsisten.
Konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama perekonomian, diperkuat pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang menunjukkan meningkatnya investasi dan pembentukan aset produktif di daerah.

Tren 2025 memperlihatkan akselerasi pertumbuhan yang lebih baik. Hal ini menjadi indikator bahwa kebijakan pembangunan daerah berjalan pada arah yang tepat serta didukung oleh sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melihat perkembangan hingga pertengahan 2025, prospek ekonomi Kabupaten Jeneponto pada tahun 2026 dipandang tetap optimis.
Stabilitas ekonomi regional Sulawesi yang berada di atas rata-rata nasional turut memberikan efek multiplier terhadap perekonomian daerah.
Di tengah dinamika global, fundamental ekonomi nasional yang tetap solid menjadi ruang penguatan bagi sektor-sektor lokal untuk terus berkembang.
Pemerintah Kabupaten Jeneponto menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, komitmen terhadap pembangunan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan akan terus diperkuat guna menjaga momentum pertumbuhan. (rls)

Puting Beliung Terjang Toko Roti dan Rumah Makan Azzahra

MAROS, BKM — Angin puting beliung menerjang toko roti dan rumah makan Azzahra yang berada di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Jumat, 27 Februari 2026.
Kejadian di jalur poros Maros–Pangkep, Trans Sulawesi itu menyebabkan atap bangunan seluas kurang lebih 200 meter persegi terangkat. Bahkan, atap toko roti dilaporkan terbang hingga sekitar 30 meter dari posisi awalnya.

Material atap yang tersapu angin melayang menyeberangi jalan dan menimpa area masjid serta sebuah rumah panggung milik warga.
Akibatnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan usaha, tetapi juga pada bangunan di sekitarnya. Peristiwa itu berlangsung sesaat sebelum hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Saat kejadian, sebagian karyawan sedang bersiap menunaikan salat Jumat, sementara lainnya beristirahat di dalam gedung.
Komisaris PT Azahra Group, Rusman, menyebut, angin berputar sangat cepat dan hanya terjadi dalam waktu singkat.
”Anginnya berputar, puting beliung. Cuma sebentar sekali. Pas atap terbang dan jatuh, anginnya langsung berhenti,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, satu orang karyawan mengalami luka ringan setelah terkena rangka besi atap yang terlepas.
”Ada salah satu teman yang tergores kena besi rangka plafon,” katanya.

Bangunan toko roti dan rumah makan yang baru selesai dibangun itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian lantai tiga.
Sementara bangunan masjid dan rumah warga yang tertimpa material atap mengalami kerusakan pada bagian atap serta dinding luar.
Usai kejadian, warga bersama karyawan bahu-membahu membersihkan puing dan material bangunan yang berserakan di tepi jalan.
Selain merusak bangunan, angin kencang tersebut juga mengakibatkan sejumlah tiang dan jaringan listrik milik PLN mengalami kerusakan. Sehingga terjadi pemadaman listrik di sekitar lokasi.

Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Hingga Jumat sore, proses pembersihan masih terus dilakukan sambil menunggu perbaikan jaringan listrik dan penanganan lanjutan dari pihak terkait.
Ketua Tim Kerja Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV, Rizky Yudha, sebelumnya telah menyampaikan potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat pada periode 24 Februari hingga 1 Maret 2026.

”Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby, serta konvergensi angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif di wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Selain Kabupaten Maros, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Parepare, Barru, Pangkajene dan Kepulauan, Makassar, Gowa, Takalar, serta Kepulauan Selayar.

BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba. (ari/c)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |