Penna de La Ville Hadir di Graha Pena, Tempat Nongkrong Baru Vibes Eropa Timur

6 hours ago 5

Dirut Graha Pena yang juga Wali Kota Penna de La Ville memaparkan tentang konsep dan inspirasi pembangunan kota dalam gedung Graha Pena saat pembukaan Penna de La Ville, Sabtu (31/1/2026).

MAKASSAR, BKM — Pengelola Graha Pena Fajar Makassar menghadirkan tempat nongkrong baru yang terbuka untuk umum. Namanya Penna de La Ville.

Kafe berkonsep suasana kota ala Eropa Timur ini bertempat di lantai 1 Graha Pena. Tepat di sebelah kiri dari pintu lobby utama.

Penna de Pa Ville secara resmi dibuka untuk umum, Sabtu (31/1/2026) pagi. Pembukaan tempat nongkrong baru ini dihadiri Staf Ahli Wali Kota Makassar, Ir Herfida Attas, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, Kepala LPS Wilayah III Sulampua, Fuad Zaen,  salah satu pendiri Fajar, A Syaifuddin Makka, Wakil Direktur Utama Fajar Holding, Agussalim Alwi Hamu, Direktur Fajar Holding, Sultan Eka Putra, para pimpinan Fajar Group, para tenan dan undangan lainnya.

Direktur Utama PT Graha Pena, Irwan Muharyono mengatakan, Penna de La Ville terinspirasi saat ia melakukan perjalanan di Eropa Timur beberapa waktu lalu.

Ia mengaku terkesan dengan suasana kota-kota di Eropa. Dimana, pengunjung bisa menikmati kopi dengan tenang dan nyaman.

“Kami membangun tempat ini bukan sekadar dari semen dan bata. Ini sebetulnya sisa-sisa rindu pada suasana Eropa Timur yang tenang dan klasik. Kami juga di beberapa tempat di sana menikmati beberapa aroma kopi yang sangat terkesan bagi saya,” kata Irwan.

Irwan mengaku bangga saat trip di Eropa ia mampir di sebuah kafe dan minum secangkir espreso. Dia bertanya kopi yang ia minum kepada pengelolanya.

“Mereka bilang kopi Toraja. Betapa bangganya saya saat itu. Makanya ia sangat terkesan dan kota itu di setiap sudut menyimpan sesuatu yang indah,” katanya.

Makanya, di Graha Pena ini ia menitipkan rindu Eropa Timur dan tempat yang sangat tepat untuk melepas penat dengan dunia luar.

Pada kesempatan itu, Irwan mengaku terlalu berani mengangkat dirinya sebagai wali kota. Bukan Wali Kota Makassar, tapu Wali Kota Penna de La Ville.

“Dan saya mengaggap tuan-tuan dan nyonya-nyonya ini adalah ladies and lord dari Eropa,” kata Irwan yang menggunakan topi ala koboi yang langsung disambut aplaus para undangan.

Sebagai wali kota, tugas Irwan hanya satu. Yakni membuat semua warga yang baru pertama kali datang ke Penna de La Ville seperti rumah yang baru pertama kali dikunjungi.

“Tuan dan nyonya akan memberi warna pada dinding-dinding ini, tawa dan canda Anda akan menghidupkan lorong-lorong ini. Dan cerita Anda yang akan menghidupkan Penna de La Ville,” kata Irwan.

Untuk itu, Irwan mengucapkan terima kasih atas kehadiran para undangan di acara pembukaan Penna de La Ville.

Sementara itu, Agussalim Alwi Hamu yang mewakili Fajar Holding mengaku bangga dengan terobosan yang menghadirkan kota di dalam gedung.

“Tempat ini berkonsep kota dalam gedung. Ada jalanan dan ada mobil ala Eropa,” kata Agus.

Kepala LPS Wilayah III Sulampua, Fuad Zein mewakili tenan Grana Pena memuji terobosan Graha Pena yang membuka kafe yang sangat indah tersebut.

“Ada pilihan baru lagi bagi kami tenan untuk tempat menerima tamu atau meeting,” kata Fuad.

Kafe ini secara resmi dibuka Wali Kota Makassar yang diwakili Staf Ahli Wali Kota Makassar, Ir Herfida Attas.

Herfida Attas

Pada sambutannya, Herfida menyebut Penna de La Ville menambah ruang baru dalam landscape Makassar.

“Venna de La Ville ini adalah wajah baru Makassar. Konsep ruang cerita adalah konsep yang sangat pas bagi hal-hal baru tentang Makassar,” katanya.

Usai memberikan sambutan, acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita di pintu masuk Penna de La Ville oleh Herfida Attas.

Mengenang Alwi Hamu

Penna de La Ville tidak hanya menghadirkan vibes Eropa Timur. Tempat ini juga sarat dengan kenangan para pendiri Fajar Group.

Menurut Wali Kota Penna de La Ville, di beberapa gedung ia menitip kenangan bagi Pendiri Fajar Group, almarhum HM Alwi Hamu bersama sang istri.

Di salah satu bangunan terdapat branding Anno 1944 No 28/7. Sebenarnya kata Irwan, Anno itu adalah singkatan dari Alwi and Noni. Noni adalah nama sapaan istri HM Alwi Hamu, Nuraeny. Sementara 1944 adalah tahun kelahiran Alwi Hamu dan 28/7 adalah tanggal dan bulan kelahiran Alwi Hamu.

Baliho para pendiri Fajar Group

Di sisi gedung lainnya juga terdapat gambar besar di bagian atas. Mirip baliho bando yang melintas di atas jalan.

Pada baliho itu terdapat gambar empat orang Pendiri Fajar yang naik di atas mobil eropa. Mereka adalah HM Alwi Hamu, H Syamsu Nur, HA Syaifuddin Makka dan Zulkifli Gani Ottoh.

“Mereka inilah orang-orang yang merintis dan membesarkan Fajar,” kata Irwan.

Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan acara makan siang di salah satu ruangan yang estetik di kawasan ini. (*)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |