PT SUS Pamerkan Desain Pabrik PSEL Makassar yang Ditolak Warga

2 hours ago 5

BeritaKotaMakassar > Politik

Jumat 26 Juni 2026 07:00 am oleh

PT SUS Pamerkan Desain  Pabrik PSEL Makassar yang Ditolak Warga

MAKASSAR, BKM–Pgrogram Pengolahan Sampah yang selama ini direncanakan oleh Pemerintah kota Makassar untuk enjadi Energi Listrik (PSEL) masuk ke meja DPRD Sulawesi Selatan.

Proyek yang mendapat penolakan keras dari warga Kecamatan Tamalanrea itu dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Sulsel di Makassar, Kamis (25/6).

RDP tersebut menghadirkan warga Tamalanrea yang tergabung dalam Geram PLTSa termasuk PT Sarana Utama Sinergy (SUS) sebagai investor proyek PSEL Makassar.

Dalam forum tersebut, Manajer Relation PT SUS, Rizal Asjahad Rahman, memaparkan rencana pembangunan fasilitas PSEL sekaligus memperlihatkan desain pabrik yang akan dibangun di Kota Makassar.

“Mungkin bisa sosialisasi sedikit, kalau dibangun pabrik di sana, model bangunannya itu seperti ini,” tanya Rizal Asjahad Rahman sambil memperlihatkan foto desain PSEL PT SUS di hadapan peserta RDP .

Menurutnya, desain PSEL PT SUS itu menunjukkan, pabrik ini memiliki 1 cerobong asap yang menjulang tinggi di sudut bangunan.
Di sekelilingnya terlihat gedung berlantai 2 dengan sejumlah jendela. Pabrik PSEL Tamalanrea yang bakal digarap PT SUS berwarna coklat dan putih.

“Jadi yang dibangun nanti itu model bangunannya itu begini, kurang-lebih kira-kira kalau model bangunannya seperti ini, konsep baunya bagaimana?,” tutur Rizal yang merupakan mantan Direksi Perumda Parkir Makassar.
Saat Rizal memperlihatkan desain bangunan PSEL PT SUS, suasana rapat langsung riuh. Warga Tamalanrea tak percaya jika desain gambar akan sesuai di lapangan.

“Itu baru desain gambarnya pak. Bohong itu,” kata warga.
Di sisi lain, Rizal Asjahad mengakui sosialisasi pembangunan pabrik PSEL di Tamalanrea masih minim dilakukan.
“Terkait persoalan sosialisasi memang sejak awal kami anggap masih kurang. Seperti soal dampak yang disampaikan pak prof tadi memang harus kita pikirkan bersama,” jelasnya.

Senada dengan warga, Anggota DPRD Sulsel Mahmud menegaskan desain bangunan tak cukup dijadikan dasar bahwa PT SUS sudah taat aturan.
“Apakah model bangunannya itu sudah sesuai 4 aturan tadi. Biar bangunannya bagus tapi kalau lokasinya tidak memenuhi, ini tetap tidak sesuai aturan. Ini kita mau memenuhi semua, bangunan bagus, lokasi bagus,” ujar Mahmud. (rif)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |