![]()
Sabtu 24 Januari 2026 15:04 pm oleh rus bkm
Aksi massa masyarakat Melonguane, tokoh adat, serta LSM Laskar Porodisa di Mako Lanal Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (23/1).
TALAUD, BKM — Ratusan orang yang terdiri dari masyarakat Melonguane, tokoh adat, serta LSM Laskar Porodisa menggelar aksi unjuk rasa di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Mako Lanal) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (23/1). Aksi massa tersebut digelar untuk mendesak Panglima TNI agar menindak tegas oknum anggota TNI AL yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap warga sipil.
Koordinator lapangan aksi, Goldfried Timpua, mengatakan aksi unjuk rasa dilakukan sebagai bentuk tuntutan keadilan atas peristiwa yang menimpa masyarakat sipil di wilayah tersebut.
“Kami meminta Panglima TNI dan Presiden RI untuk menindak tegas oknum TNI AL yang melakukan penganiayaan terhadap masyarakat. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu,” ujar Goldfried dalam orasinya.
Massa aksi mulai berkumpul sejak pukul 09.00 Wita di rumah Ratum Banua Melonguane, Ramli Adam, untuk melakukan konsolidasi dan persiapan aksi. Sekitar pukul 11.00 Wita, massa bergerak menuju Patung Tuhan Yesus Memberkati sebelum melanjutkan long march menuju Mako Lanal Melonguane.
Setibanya di Mako Lanal sekitar pukul 12.42 Wita, massa aksi menerobos masuk ke halaman markas dengan tujuan ingin memastikan keberadaan oknum anggota Lanal yang diduga terlibat pengeroyokan. Situasi sempat memanas karena massa tidak berhasil menemui terduga pelaku, yang diinformasikan telah ditahan di sel tahanan Lanal Melonguane. Dalam kondisi tersebut, sempat terjadi aksi pelemparan.
Salah satu orator aksi, Renalto Tumarah, menegaskan bahwa tuntutan massa tidak hanya ditujukan kepada pimpinan Lanal setempat, tetapi juga kepada pimpinan tertinggi TNI.
“Kami ingin Panglima TNI turun tangan langsung. Jangan ada pembiaran terhadap kekerasan yang dilakukan aparat kepada masyarakat,” tegas Renalto.
Pada pukul 13.21 Wita, massa aksi menyanyikan lagu daerah Lembungu Rintulu dan dilanjutkan dengan orasi dari Ratum Banua serta para kepala suku Melonguane. Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain meminta Panglima TNI dan Presiden RI menindak tegas pelaku penganiayaan, serta mendesak pencopotan Komandan Lanal Melonguane apabila dalam kurun waktu 1×24 jam tidak ada tindakan tegas terhadap pelaku.
Selain itu, massa juga meminta agar kapal TNI AL yang bersandar di Pelabuhan Laut Melonguane sementara dipindahkan dari wilayah tersebut hingga adanya kepastian hukum.
“Kapal TNI AL harus dipindahkan sementara dari pelabuhan ini sampai kami mendapatkan kejelasan dan kepastian hukum atas kasus pengeroyokan tersebut,” kata Sweleng Adam, salah satu orator aksi.
Sekitar pukul 14.27 Wita, Wakil Bupati Kepulauan Talaud tiba di Mako Lanal Melonguane dan mengimbau massa agar tetap menjaga situasi kondusif.
“Saya meminta seluruh massa untuk tetap tenang dan menjaga keamanan bersama. Pemerintah daerah akan mengawal proses penyelesaian kasus ini,” ujar Wakil Bupati di hadapan massa.
Ia juga memastikan bahwa oknum anggota Lanal Melonguane yang diduga terlibat pengeroyokan telah ditahan dan meminta perwakilan keluarga korban untuk bertemu langsung dengan pimpinan Lanal Melonguane.
Sekitar pukul 15.30 Wita, massa aksi bergeser menuju Pelabuhan Laut Melonguane untuk memastikan kapal TNI AL dipindahkan dari dermaga. Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 16.00 WITA dan massa membubarkan diri dengan tertib. (*)
Rekomendasi Untukmu
































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315669/original/036979300_1755166331-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__5_of_75_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311465/original/049606900_1754884729-ciro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5144183/original/026949400_1740573054-20250226AA_PSIM_Yogyakarta_vs_Bhayangkara_FC-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377618/original/064730800_1760124644-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405336/original/061289300_1762440742-572131650_18535400431006712_4651309828750451428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406850/original/000591700_1762613614-WhatsApp_Image_2025-11-06_at_13.53.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371309/original/097536600_1759646645-peter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390103/original/004877800_1761227059-adam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405414/original/096964600_1762479709-Red_Star_Belgrade_vs_Lille-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406000/original/064856300_1762507540-Arema_FC_vs_Persija_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405312/original/059386900_1762438221-574304230_18541908433014746_929382813160626846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403485/original/072797900_1762328490-572646150_18527069410028443_2263908646431501846_n.jpg)