Satu Korban Pesawat Tabrak Lereng Gunung Ditemukan Meninggal, Jenis Kelamin Laki-Laki

3 weeks ago 27

Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki yang menjadi korban pesawat tabrak lereng gunung Bulusaraung.

MAKASSAR, BKM — Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah korban dalam operasi pencarian pesawat yang jatuh di wilayah pegunungan Bulusaraung, Desa Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Minggu (18/1). Jenazah tersebut ditemukan di area bawah tebing, sekitar 200 meter dari awal penemuan serpihan pesawat.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan, membenarkan penemuan tersebut. Korban berjenis kelamin laki-laki. Namun, identitasnya belum diketahui secara pasti.

“Benar, kami menerima laporan penemuan satu jenazah.  Saat ini korban masih dalam proses evakuasi dan jenis kelaminnya laki-laki,” ujar Andi Sultan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar juga mengakui hal tersebut. “Telah ditemukan satu korban dengan jenis kelamin laki-laki dalam kondisi meninggal dunia, berada di jurang dengan kedalaman kurang lebih 200 meter di sekitar serpihan pesawat,” ujar Arif.

Hingga sore hari, proses evakuasi korban masih berlangsung. Tim SAR menegaskan operasi pencarian dan evakuasi dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel, mengingat kondisi medan yang ekstrem dan cuaca yang tidak bersahabat.

Berdasarkan laporan lapangan, pada pukul 13.43 Wita, tim puncak lebih dahulu melaporkan penemuan satu korban yang berada di bawah tebing dan langsung dilakukan upaya evakuasi.

Kemudian, pukul 13.56 Wita, sebanyak tujuh personel tim Aju diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban melalui jalur pendakian, mengingat keterbatasan akses dan kondisi medan yang curam.

Tak berselang lama, pukul 13.57 Wita, tim Search and Rescue Unit (SRU) 3 kembali menemukan kepingan pesawat, berupa bagian tangga dan kursi, yang memperkuat dugaan titik utama lokasi jatuhnya pesawat.

Hingga kini, proses evakuasi korban dan pencarian bagian pesawat masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat akibat cuaca dan medan yang sangat ekstrem, namun upaya pencarian tetap dilanjutkan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel.

Guna mengidentifikasi korban, Biddokkes Polda Sulawesi Selatan telah mengambil data ante mortem dari adik kandung Co Pilot pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 sebagai bagian dari proses identifikasi korban jatuhnya pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.

Pengambilan data ante mortem tersebut menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan identitas korban apabila nantinya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di lokasi pencarian.

Adik kandung Co Pilot pesawat nahas tersebut Farhan Gunawan, menjadi anggota keluarga pertama yang menjalani pemeriksaan dan pengambilan sampel ante mortem di Makassar.

Proses ini dilakukan oleh tim Biddokkes Polda Sulsel sebagai bagian dari standar prosedur identifikasi korban dalam insiden kecelakaan transportasi udara.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi guna mendukung kelancaran operasi pencarian dan identifikasi korban. Koordinasi tersebut melibatkan Pangdam XIV/Hasanuddin dan Kepala Basarnas Makassar untuk menyiapkan langkah-langkah strategis di lapangan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan pos aju atau pos terdepan yang akan difungsikan sebagai pusat kendali operasi pencarian pesawat IAT ATR 42-500. Posko terdepan tersebut nantinya akan menjadi pusat pelaksanaan operasi penyelamatan sekaligus koordinasi seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian korban.

“Kemudian sudah disampaikan bahwa dalam rangka pembuktian terhadap korban sudah disepakati bahwa Rumah Sakit Bhayangkara sebagai rumah sakit rujukan untuk melaksanakan uji Ante Mortem,” ujar Djuhandhani.

Selain itu, Mabes Polri juga mengirimkan personel Disaster Victim Identification atau DVI untuk memperkuat proses identifikasi korban. Tim ini akan ditempatkan dan bertugas di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar bersama tim Biddokkes Polda Sulsel.

“RS Bhayangkara yang didukung oleh DVI Mabes Polri sudah dikirim personel-personel yang membidangi hal tersebut,” ucapnya.

“Saat ini korban ataupun keluarga korban yang hadir untuk diperiksa atau dicek data Ante Mortem-nya, sudah ada satu orang yaitu adik kandung dari Co Pilot,” ungkapnya. (jun)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |