Surianto Aklamasi Pimpin PMI Parepare

3 hours ago 3

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Selasa 3 Maret 2026 07:00 am oleh

Dr H Surianto, S.Ag, MM

Dr H Surianto, S.Ag, MM

PAREPARE, BKM — Pengurus Kota Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Parepare menggelar Musyawarah Kota (Musykot) XI di Hotel Pare Wisata, Sabtu (28/2).
Calon incumben Dr. H. Surianto Mujib, S.Ag., M.M. kembali dipercaya menakhodai PMI Kota Parepare setelah terpilih secara aklamasi untuk lima tahun kedepan.
Pemilihan tersebut merupakan agenda resmi organisasi sesuai amanat AD/ART untuk mengevaluasi pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya sekaligus menetapkan ketua periode 2026–2031. Usai ditetapkan sebagai ketua, Surianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemilik suara atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya.

” Saya mengucapkan terima kasih atas amanah ini. Ke depan, kami akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Parepare serta meningkatkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ketua Panitia Muskot, Andi Mulyadi, menjelaskan bahwa forum tersebut berjalan lancar dengan semangat kebersamaan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Muskot ini adalah momentum konsolidasi organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan berjalan sesuai ketentuan dan semakin solid,” kata Mahasiswa Program Doktor Administrasi Publik UMS ini.
Dalam forum tersebut juga ditetapkan tim formatur yang bertugas menyusun komposisi kepengurusan PMI Parepare periode 2026–2031. Tim formatur terdiri atas Dr. Kahar Gani, Dr. H. Surianto Mujib, S.Ag., M.M., Andi Mulyadi, S.Sos., M.AP., Kaharuddin Kasim, dan Salam Latief.

Dia mengakui selama ini belum ada hibah khusus yang dialokasikan untuk PMI. Namun, ke depan pihaknya membuka peluang kerja sama yang lebih intensif, terutama melalui Dinas Kesehatan. “Insyaallah ke depan akan kita perkuat kerja sama, tentu atas arahan dan izin Wali Kota,” ujarnya.
Ilham menambahkan, dukungan pemerintah selama ini diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan donor darah massal pada berbagai momentum. Ia menegaskan, rumah sakit tidak melakukan praktik jual beli darah sebagaimana isu yang beredar.

Biaya yang dikenakan itu merupakan biaya proses pelayanan dan pengolahan darah sebelum digunakan pasien, bukan menjual darah,” jelasnya.
Surianto juga menyoroti tingginya kebutuhan darah di Parepare sebagai kota rujukan bagi pasien dari sejumlah daerah di sekitarnya. Kondisi tersebut kerap membuat PMI mengalami keterbatasan stok darah.
” Banyak pasien kritis dirujuk ke Parepare sehingga kebutuhan darah meningkat. Karena itu kami harus aktif menjaring pendonor di berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Dia menyebut sejumlah institusi seperti Brimob, Brigif, dan Polres menjadi kontributor pendonor terbesar selama ini. Ke depan, PMI berharap kegiatan donor darah rutin dapat digelar di setiap organisasi perangkat daerah guna menjaga ketersediaan stok darah.

Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2031, PMI Parepare diharapkan semakin memperkuat sinergi strategis dalam pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat. (mup/D)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |