Angkasa Pura Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

11 hours ago 8

BeritaKotaMakassar > Gojentakmapan

Senin 4 Mei 2026 07:00 am oleh

Angkasa Pura Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

MAROS, BKM — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menggelar kegiatan untuk mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan riset dan inovasi.
Event bertajuk Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation digelar pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini mengusung konsep penta helix dengan mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas dalam satu forum diskusi.

Forum ini juga dihadiri langsung Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan ekosistem riset dan inovasi.
Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) dalam menghadirkan ruang pertukaran gagasan serta memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan di bidang riset dan inovasi.

Penyelenggaraan kegiatan ini juga menunjukkan peran bandara yang tidak hanya sebagai simpul transportasi udara. Tetapi turut menjadi ruang interaksi dan kolaborasi berbagai pihak dalam kegiatan yang bersifat produktif.

General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret bandara dalam membangun ekosistem kolaboratif.
”Ini merupakan langkah nyata kami bahwa bandara hadir tidak hanya sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem. Kolaborasi ini menjadi kunci, dan konsep penta helix tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan pemerintah, akademisi, dan komunitas. Kami bersyukur atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Maros dalam mewujudkan kegiatan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, turut mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh pihak bandara dalam membuka ruang kolaborasi.
”Kami menyambut baik langkah yang diinisiasi oleh Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kehadiran ruang seperti ini memungkinkan berbagai potensi yang dimiliki Sulawesi Selatan dapat dikembangkan melalui kolaborasi yang positif, termasuk pemanfaatan bandara sebagai wadah kegiatan yang produktif,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber internasional, antara lain Prof Dr Peter dari Tohoku University, Jepang, Dr Ruslan dari Universiti Kebangsaan Malaysia, serta Prof Noorzalita dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Prof Ismail dari IAI Rawa Opa Konawe Selatan.
Dalam forum tersebut, para narasumber menyoroti pentingnya penguatan identitas bandara sebagai bagian dari daya saing, serta pengembangan aspek people dan process dalam mendukung ekosistem pelayanan dan inovasi.

Dalam pandangannya, Prof Peter menekankan penguatan identitas menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya saing bandara di tengah dinamika global.
Identitas yang kuat tidak hanya mencerminkan karakter lokal, tetapi juga menjadi pembeda dalam memberikan pengalaman bagi pengguna jasa.

Sejalan dengan hal tersebut, Prof Noorzalita menyoroti pentingnya penguatan aspek people dan process dalam mendukung keberhasilan transformasi layanan.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia dan tata kelola proses yang baik menjadi fondasi dalam menciptakan layanan yang adaptif dan berdaya saing.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berkomitmen untuk terus mendukung penyelenggaraan kegiatan kolaboratif yang memberikan nilai tambah, baik dalam mendukung fungsi pelayanan maupun sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, sejalan dengan berbagai masukan dan perspektif yang disampaikan para narasumber dalam forum ini. (ari/c)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |