Eksplorasi Filosofi Jawa dalam Pameran Lukisan Smara Bhumi

4 hours ago 6

loading...

Pameran Lukisan bertajuk Smara Bhumi dihelat di Balai Budaya, Jakarta pada 1 sampai 8 Februari 2026. Foto: Istimewa

JAKARTA - Sebuah pameran lukisan dihelat di Balai Budaya, Jakarta pada 1 sampai 8 Februari 2026 yang menggelorakan semangat lukisan cat air dari tiga puluh satu partisipan perupa dari komunitas Agus Budiyanto Aquarelle Studio (ABAS) dengan topik Smara Bhumi.

Pameran seni yang rencananya dibuka oleh pencinta seni Sihaan Farnandes mengeksplorasi karakter istimewa dalam tiap diri pelukis yang berpartisipasi dengan kekayaan tafsir tentang konsep Smara-Bhumi yang dijumput dari filosofis Jawa kuno.

Ketua Komunitas ABAS, Agus Budiyanto menyebut bahwa Smara Bhumi adalah untaian puitika frasa tentang bertemunya keberbedaan, kekuatan ekspresi yang sangat personal untuk kemudian menyatu dalam kebersamaan komunitas yang membumi.

“Sebagai pelukis dan ketua komunitas ABAS, saya selalu memberikan pernyataan bahwa seni adalah menyoal rasa dan kebersamaan. Melukis sejatinya bukan merekam apa yang kita lihat tapi menuangkan yang dirasakan. Smara Bhumi diartikan bebas sebagai menangkap bunyi tidak dengan telinga tapi lebih kepada rasa” ujar Agus menambahkan.

Baca Juga : Pertemuan Estetika Vietnam dan Indonesia dalam Pameran Lukisan Pengamat seni Bambang Asrini di katalog pameran menyatakan frasa lengkap Smara Bhumi ada penambahan, yakni Adimanggala. Yakni memberi makna keindahan dari pertemuan antara kata Smara, yang berarti Cinta dan kata Bhumi yang artinya selalu merendah, sedekat Tanah atau Bumi yang seolah manunggal dalam kesatuan.

“Frasa tambahan ini acapkali dirujuk untuk semangat membangun sosok pemimpin bagi diri sendiri, yang memberikan kasih nan Agung—Adimanggala-- serta mengayomi sang liyan yang berarti perayaan seni, yang dimaknai sebagai ketulusan para seniman untuk mendekat pada alam, sesuatu yang secara kodrati ada dalam diri tiap manusia’’ ungkap Bambang di katalog pameran tersebut.

Sementara lukisan Agus Budiyanto menuangkan kosep Smara Bhumi dengan karya ‘Infinity’, 110 x 200 cm dengan tiga panel kanvas menyatu dan saling berdialog warna, garis, cipratan air pun sabetan-sabetan kuas yang mempesona membentuk gugusan-gusan bentuk dan laburan warna eksotis.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |