IRT Bakar Toko Emas di Makassar, Hendak Curi 800 Gram untuk Bayar Utang

12 hours ago 9

Petugas menginterogasi Suriani yang nekat membakar toko emas ketika hendak mencuri 800 gram untuk membayar utang.

MAKASSAR, BKM — Aksi nekat dilakukan seorang ibu rumah tangga bernama Suriani (41) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Perempuan asal Dusun Mawang, Desa Papan Loe, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng itu diduga sengaja membakar etalase Toko Emas Logam Mulia di Jalan Somba Opu Nomor 23, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang demi mencuri emas.

Suriani diduga hendak melakukan pencurian emas seberat sekitar 800 gram senilai kurang lebih Rp1 miliar. Peristiwa tersebut terjadi Kamis (12/2), sekitar pukul 13.30 Wita dan sempat menghebohkan kawasan pertokoan yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan emas di kota Makassar itu.

Kasubnit 2 Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, Ipda Supriadi menjelaskan bahwa pelaku datang ke toko dengan berpura-pura sebagai pembeli. Ia dilayani oleh dua karyawan toko, masing-masing Yenni Wijaya dan Nur Fatimah.

“Pelaku datang dan memilih berbagai jenis emas. Mulai dari cincin, gelang, anting, hingga kalung. Total beratnya kurang lebih 800 gram dengan nilai sekitar Rp1 miliar,” ujar Supriadi, Kamis (12/2).

Emas-emas tersebut kemudian diletakkan dalam sebuah wadah di atas etalase untuk diperlihatkan kepada pelaku. Saat itu, Suriani sempat meminta izin untuk memotret perhiasan dengan alasan ingin mengirimkan foto kepada suaminya. Namun permintaan tersebut ditolak oleh karyawan toko.

Tak lama setelah itu, situasi mendadak berubah. Para karyawan mencium aroma bensin yang menyengat dari dalam toko. Dalam hitungan detik, api tiba-tiba menyala dan membesar di depan etalase tempat emas dipajang.

Di tengah kepanikan akibat kobaran api, karyawan Nur Fatimah menyadari wadah berisi emas yang sebelumnya berada di atas etalase sudah tidak ada. Ia kemudian melihat pelaku membawa emas tersebut dan berusaha kabur dari dalam toko.

“Spontan saksi berteriak; ”pencuri, pencuri’ dan meminta bantuan warga sekitar,” jelas Supriadi.

Teriakan itu didengar oleh seorang pria bernama Aldi yang berada di depan toko. Ia langsung mengejar dan berhasil mengamankan pelaku beserta emas yang sempat dibawanya sebelum melarikan diri lebih jauh.

Warga kemudian menyerahkan Suriani kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, Unit Jatanras, piket Reskrim, dan tim identifikasi Polrestabes Makassar tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari lokasi, polisi mengamankan barang bukti berupa botol air mineral yang telah terbakar dan diduga digunakan untuk membawa bensin. Polisi memastikan benda tersebut bukan bom molotov, melainkan botol biasa yang diisi bahan bakar.

“Pelaku sudah menyiapkan bensin dalam kemasan botol air mineral sejak dari kampungnya di Bantaeng. Jadi memang sudah direncanakan,” ungkap Supriadi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Suriani mengakui perbuatannya. Ia menyebut nekat melakukan pencurian karena terlilit utang dan membutuhkan uang untuk membayarnya.

“Motifnya untuk mencuri dan hasilnya akan digunakan membayar utang,” kata Supriadi.

Polisi juga menyebut pelaku beraksi seorang diri. Meski demikian, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat atau mengetahui rencana tersebut.

“Pengakuannya seorang diri, tapi masih kami dalami (keterlibatan pihak lain),” sebutnya.

Sebelumnya, dalam video yang sempat beredar di media sosial, terlihat kepanikan di dalam toko saat api menyala. Karyawan dan pengunjung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Salah seorang saksi mata di lokasi, Anto mengatakan pelaku awalnya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan. “Iya, pelakunya perempuan. Pakai jilbab biasa, tidak menutupi wajah. Awalnya dilayani seperti pembeli biasa,” ujarnya.

Menurut Anto, kejadian berlangsung sangat cepat. Saat karyawan sedang melayani, pelaku tiba-tiba menyalakan api dari botol berisi bensin yang dibawanya. “Tidak ada ledakan. Api langsung membesar dari botol air mineral itu. Semua orang panik,” katanya. (jun)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |