Warga Bontoala Tua Ungkap tak Tersentuh Bansos  di Reses Anggota Dewan Andi Pahlevi 

23 hours ago 9

BeritaKotaMakassar > Metro

Kamis 12 Februari 2026 08:33 am oleh

Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, melaksanakan reses di Jalan Kandea 2 Lorong 118, RT 02 RW 03, Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala, Rabu (11/2/2026).

Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, melaksanakan reses di Jalan Kandea 2 Lorong 118, RT 02 RW 03, Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala, Rabu (11/2/2026).

MAKASSAR, BKM — Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, melaksanakan Reses Kedua Masa Persidangan Kedua Tahun Anggaran 2025/2026 di Jalan Kandea 2 Lorong 118, RT 02 RW 03, Kelurahan Bontoala Tua, Kecamatan Bontoala, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan reses tersebut dihadiri warga setempat yang antusias menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kelurahan Bontoala Tua, khususnya dalam penyelesaian berbagai persoalan lingkungan dan sosial.

Salah satu warga RT 02 Kelurahan Bontoala Tua, Aan, mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi warga, terutama terkait operasional pengangkutan sampah. Ia menyampaikan kebutuhan intensif bagi petugas angkut sampah serta dukungan bahan bakar untuk kendaraan viar yang digunakan dalam operasional kebersihan.

Selain itu, ia juga mengaku belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah, sehingga berharap adanya perhatian terhadap warga yang dinilai layak menerima bantuan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Pahlevi yang merupakan legislator Partai Gerindra Makassar menjelaskan bahwa saat ini perbaikan kendaraan viar pengangkut sampah masih terkendala anggaran. Pemerintah, kata dia, belum mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan armada pengangkut sampah pada tahun berjalan.

Ia menambahkan, untuk sementara perbaikan viar dilakukan secara bertahap dengan menunjuk satu bengkel khusus. Diperkirakan proses perbaikan dapat berlangsung dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

“Tahun depan kita upayakan perbaikan armada dipusatkan di masing-masing kecamatan agar penanganan sampah bisa lebih maksimal. Tahun ini juga ada tambahan satu unit viar baru untuk operasional,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan sampah harus menjadi perhatian serius, terutama sampah basah yang dapat merusak kendaraan jika tidak ditangani dengan baik. Terkait bahan bakar kendaraan viar, ia menyebutkan anggarannya umumnya sudah termasuk dalam honor petugas kebersihan.

Sementara itu, mengenai intensif petugas, ia mengatakan hal tersebut menjadi kewenangan kecamatan dan saat ini tengah berproses penyesuaian seiring adanya camat baru. Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi warga terkait intensif dan kebutuhan operasional viar kepada pihak kecamatan setelah masa reses.

“Kita akan sampaikan ini sebagai prioritas ke pemerintah kota dan camat baru, agar bisa segera ditindaklanjuti dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa realisasi program pemerintah biasanya mulai berjalan pada awal Maret setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) keluar. Saat ini sejumlah program masih dalam tahap asistensi dan verifikasi.

Pahlev berharap proses administrasi tersebut dapat segera rampung sehingga program dan kegiatan pemerintah dapat segera dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di Kelurahan Bontoala Tua. (ita)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |