Jerman Didesak Tarik 1.236 Ton Emas yang Disimpan di AS Gara-gara Trump

2 hours ago 7

loading...

Jerman didesak tarik 1.236 ton emasnya yang disimpan di AS karena kebijakan Presiden Donald Trump yang tak dapat diprediksi. Foto/Discovery Alert

BERLIN - Jerman telah didesak untuk memulangkan 1.236 ton emasnya yang disimpan di Amerika Serikat (AS). Alasannya karena kekhawatiran yang melanda Uni Eropa atas kebijakan Presiden AS Donald Trump yang tidak dapat diprediksi.

Desakan ini disampaikan Marie-Agnes Strack-Zimmermann, anggota Partai Demokrat Bebas (FDP), kepada Der Spiegel. Dia mengatakan pemulangan cadangan emas tersebut akan mengurangi risiko strategis di tengah meningkatnya ketidakpastian.

Baca Juga: Terungkap! Maduro Diam-diam Kirim 127 Ton Emas Venezuela ke Swiss, Ini Alasannya

Harga emas telah melonjak selama empat tahun terakhir, naik hampir 70% hanya pada tahun 2025, didorong oleh permintaan bank sentral, kekhawatiran inflasi, dan ketegangan geopolitik. Harga emas berjangka mencapai rekor tertinggi minggu ini, melampaui USD4.860 per ons, di tengah ancaman tarif baru Trump terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencana AS mengakuisisi Greenland—yang kemudian dibatalkan.

Sebuah laporan dari media Denmark mengungkapkan bahwa warga di kerajaan tersebut telah mengunduh aplikasi yang membantu mereka memboikot barang-barang buatan Amerika di toko-toko sebagai cara untuk melampiaskan kemarahan mereka atas kebijakan AS saat ini.

“Pada saat ketidakpastian global yang meningkat dan di bawah kebijakan AS yang tidak dapat diprediksi dari Presiden Trump, tidak dapat diterima lagi bahwa sekitar 37% cadangan emas Jerman, lebih dari 1.230 ton, disimpan di New York,” kata Strack-Zimmermann, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (25/1/2026).

Bundesbank menyimpan 1.236 ton emas senilai USD178 miliar di Federal Reserve AS di New York. Selama beberapa dekade, sebagian besar cadangan Jerman telah disimpan di luar negeri karena faktor historis dan pasar.

Strack-Zimmermann mengatakan pengaturan tersebut masuk akal selama Perang Dingin tetapi tidak lagi sesuai dengan lanskap geopolitik saat ini. Menurutnya, “kepercayaan semata” pada “mitra transatlantik” tidak dapat menggantikan kedaulatan dalam kebijakan ekonomi dan keamanan.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |