loading...
Kisah Nabi Musa AS di Madyan menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak hanya menyampaikan rangkaian peristiwa masa lalu, tetapi ada pelajaran tentang Kepekaan terhadap ketimpangan sosial, menjaga etika dalam berinteraksi, serta menjalankan amanah. Foto ilustrasi
Kisah Nabi Musa AS yang diabadikan dalam Al-Qur’an bukan sekadar catatan sejarah umat terdahulu. Di balik kisah tersebut terdapat banyak pelajaran tentang moral, etika, kepedulian/kepekaan sosial, hingga amanah yang masih relevan dengan kehidupan manusia saat ini.
Salah satu penggalan kisah Nabi Musa AS terdapat dalam Surat Al-Qashash ayat 23-28. Rangkaian ayat tersebut menggambarkan perjalanan Nabi Musa ketika tiba di Madyan dan bertemu dengan dua perempuan yang sedang menunggu giliran memberi minum ternaknya.
Dari kisah tersebut, setidaknya terdapat tiga pelajaran penting mengenai moral dan etika sosial yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Peka terhadap Ketimpangan Sosial
Pelajaran pertama yang dapat dipetik adalah pentingnya memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial di sekitar.
Ketika tiba di Madyan, Nabi Musa AS mendapati sekelompok orang sedang memberi minum hewan ternak mereka. Di tengah kerumunan tersebut, ia melihat dua perempuan yang justru menahan ternaknya.
Baca juga: Kepekaan Sosial Melemah? Renungi Pesan Surat Al-Ma’un Ini
Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Qashash ayat 23:
وَلَمَّا وَرَدَ مَاۤءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ اُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُوْنَ ەۖ وَوَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمُ امْرَاَتَيْنِ تَذُوْدٰنِۚ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۗقَالَتَا لَا نَسْقِيْ حَتّٰى يُصْدِرَ الرِّعَاۤءُ وَاَبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ
Artinya: "Ketika sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai sekumpulan orang yang sedang memberi minum ternaknya. Dia menjumpai di belakang mereka dua orang perempuan sedang menghalau ternaknya. Dia berkata, 'Ada apa denganmu berdua?' Keduanya menjawab, 'Kami tidak dapat memberi minum ternak kami sebelum para penggembala itu memulangkan ternaknya, sedangkan ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usia.'"
Nabi Musa AS tidak memilih untuk mengabaikan keadaan tersebut. Ia justru bertanya mengenai kondisi kedua perempuan itu.
Setelah mengetahui persoalannya, Musa kemudian membantu memberi minum ternak mereka. Allah SWT mengabadikan tindakan tersebut dalam Surat Al-Qashash ayat 24:
فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰىٓ اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ
Artinya: "Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.'”
Dalam Tafsir Al-Munir, Wahbah al-Zuhaili menjelaskan gambaran kondisi tersebut sebagai situasi ketika pihak yang kuat lebih dahulu mendapatkan akses terhadap air, sementara pihak yang lemah harus menunggu.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522175/original/069914600_1772723013-IMG-20260305-WA0074.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336079/original/053558800_1788103689-manila.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330803/original/009644500_1787449446-783620818_1627328745417089_6331226236511042972_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286760/original/067371400_1752752751-WhatsApp_Image_2025-07-17_at_18.13.54__1_.jpeg)