Kisah Tujuh Hari Camat Manggala Pulang Kampung untuk Mengabdi

17 hours ago 7

BeritaKotaMakassar > Headline

Minggu 15 Februari 2026 15:03 pm oleh

Camat Manggala, Ahmad bersama jemaah Masjid Al-Falah, Kecamatan Manggala, Jumat subuh (13/2/2026).

Camat Manggala, Ahmad bersama jemaah Masjid Al-Falah, Kecamatan Manggala, Jumat subuh (13/2/2026).

MAKASSAR, BKM – Ada suasana yang berbeda di Masjid Al-Falah, Kecamatan Manggala, pada Jumat subuh (13/2/2026). Di tengah deretan orang yang melaksanakan salat subuh berjemaah, tampak sosok yang kini menjadi perbincangan hangat warga setempat. Dia adalah Ahmad, Camat Manggala yang baru saja dilantik pada hari Jumat pekan lalu.

Meski baru menjabat selama tujuh hari sebagai Camat Manggala, Ahmad bukanlah orang asing bagi warga Makassar. Namun, bagi Ahmad, penugasan ini terasa seperti sebuah “kepulangan”.

Setelah menghabiskan waktu sekitar 10 tahun bertugas di Jeneponto dan lebih dari 20 tahun di Gowa, Ahmad akhirnya kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdi selaku Camat Manggala.

“Saya lama di luar daerah. Saya pindah ke Makassar dan menjadi Camat Manggala karena ingin mengabdi di kampung halaman saya, Kota Makassar,” ungkap Ahmad.

Salah satu misi utama Ahmad dalam masa awal jabatannya sebagai Camat Manggala adalah membangun ikatan batin dengan warga. Ia merencanakan program salat subuh berjemaah keliling di setiap masjid di wilayah Manggala.

Masjid Al-Falah menjadi destinasi pertamanya selaku Camat Manggala karena terinspirasi oleh kekompakan jemaah dan pengurusnya. Di sana, Ahmad tidak hanya beribadah, tetapi juga ikut serta dalam tradisi unik “Ngopi Bersama” setiap Sabtu dan Minggu pagi. Bagi Ahmad, momen santai seperti ini adalah kunci untuk mendengar langsung keluhan dan aspirasi warga.

Ahmad tidak hanya ingin duduk di balik meja. Di hari keduanya menjabat Camat Manggala, ia langsung turun ke lapangan untuk membersihkan selokan di area bantaran sungai dekat Pasar Antang bersama Satgas Kebersihan.

Ia bahkan menceritakan pengalaman selaku Camat Manggala saat menegur pengelola pasar yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Ternyata kau yang punya pasar, kau yang buang sampah di situ. Lain kali jangan, kau harus bersihkan. Kau termasuk keluarga juga ini, siapa lagi yang dukung saya kalau bukan keluarga,” tegasnya saat itu.

Dengan semangat pengabdian dan pendekatan yang humanis, Ahmad berharap masa kepemimpinannya dapat membawa perubahan positif dan suasana yang lebih kondusif bagi warga Manggala. (*)





Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |