Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran

11 hours ago 10

BeritaKotaMakassar > Metro

Senin 4 Mei 2026 07:00 am oleh

Makassar Tembus 10 Besar Kota Toleran

MAKASSAR, BKM — Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, kota ini berhasil masuk dalam 10 besar kota berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat toleransi terbaik di Indonesia.

Capaian tersebut merupakan peningkatan signifikan setelah sebelumnya Makassar hanya berada pada posisi nominasi. Kini, keberhasilan itu menegaskan konsistensi pemerintah kota dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat perkotaan yang semakin dinamis.

Penilaian ini merujuk pada hasil Indeks Kota Toleran (IKT) yang dirilis oleh SETARA Institute pada April 2026 di Jakarta. Indeks tersebut menilai komitmen daerah dalam mendorong toleransi melalui kebijakan, regulasi, serta praktik sosial di masyarakat.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Makassar, Arifuddin Ahmad, menyebut capaian ini sebagai hasil dari kerja bersama berbagai pihak. Ia menilai sinergi antara pemerintah, birokrasi, dan masyarakat semakin solid dalam menjaga kerukunan.

Menurutnya, arah kebijakan yang inklusif dari pemerintah kota berjalan seiring dengan implementasi program di lapangan serta kesadaran masyarakat dalam merawat nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Masuknya Makassar dalam daftar tersebut menempatkannya sejajar dengan kota-kota besar lain seperti Surabaya, Bandung, hingga Medan, yang selama ini dikenal memiliki komitmen kuat terhadap keberagaman.
Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Ismail Hasani, menjelaskan bahwa pengukuran IKT telah dilakukan sejak 2015 untuk memetakan praktik terbaik dalam pengelolaan keberagaman di kota-kota Indonesia.
Ia mengungkapkan, lonjakan peringkat Makassar tergolong drastis. Dari posisi ke-52 pada 2024, kota ini melesat ke peringkat 9 nasional pada 2025, menunjukkan adanya perbaikan nyata dalam kebijakan dan praktik toleransi.

“Ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendorong nilai inklusivitas di tingkat kota,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Makassar, Fathur Rahim, menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang dan kerja kolektif lintas sektor.
Ia menjelaskan, berbagai langkah strategis telah dijalankan, mulai dari fasilitasi perayaan hari besar keagamaan, pemberian hibah bagi organisasi keagamaan, hingga penguatan peran FKUB sebagai ruang dialog antarumat.

Selain itu, Pemkot Makassar bersama Kementerian Agama juga telah menetapkan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai percontohan untuk membangun budaya toleransi dari tingkat paling dasar.
Menurut Fathur, seluruh program tersebut tidak semata mengejar penilaian, tetapi menjadi bagian dari komitmen jangka panjang dalam menjaga Makassar sebagai kota yang aman, inklusif, dan harmonis bagi seluruh warganya.
“Ini bukan sekadar prestasi, tetapi upaya memastikan Makassar tetap menjadi rumah bersama bagi semua,” pungkasnya. (rhm)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |