loading...
Phra Wachirayan Wi, biksu senior di Thailand yang ditangkap polisi atas tuduhan penggelapan dana kuil dan terlibat skandal seks. Foto/ X/@joelwsnyder
BANGKOK - Biksu Phra Wachirayan Wi mendadak viral di Thailand. Dia dalah abbot atau kepala kuil terkenal di kerajaan tersebut yang ditangkap polisi atas tuduhan korupsi atau menggelapkan dana kuil sebesar 92 juta baht atau Rp49 miliar.
Ironisnya, kasus ini terbongkar justru gara-gara bocornya rekaman CCTV yang memperlihatkan sang biksu sedang berhubungan seks dengan asisten perempuannya di atas meja makan.
Baca Juga: Biksu Top Thailand Ditangkap karena Gelapkan Dana Kuil Rp49 Miliar dan Terlibat Skandal Seks
Profil Biksu Phra Wachirayan Wi
Nama: Phra Wachirayan (Phra Vajirayan) Wi, memperoleh gelar kehormatan Phra Khru Phawanaphattharakhun.
Nama sebelumnya: Atichote Thammavaro.
Nama populer: Luang Por Atichot atau Luang Por Chot.
Usia: 66 tahun (Lahir: 21 November 1959).
Tahun ditahbiskan: 22 Januari 1997.
Tempat ditahbiskan: Wat Phutthaisawan, Ayutthaya.
Pendidikan keagamaan: Lulus Nak Tham Ek atau Dhamma Studies tingkat tertinggi.
Skandal Korupsi dan Seks Biksu Top Phra Khru Phawanaphattharakhun
Polisi menangkap biksu Phra Wachirayan Wi, kepala kuil Wat Phutthaisawan di Ayutthaya, Thailand tengah, pada Kamis (10/9/2026). Asisten perempuan, Punyavee Rungrueang (47), yang terekam CCTV sedang berhubungan seks dengannya di kediaman sang biksu, juga ikut ditangkap.
Menurut laporan Bangkok Post, keduanya diduga menggelapkan dana 92 juta baht dari Wat Phutthaisawan, kuil kerajaan kuno di distrik Muang, Ayutthaya.
Komisaris Biro Investigasi Pusat Thailand, Natthasak Chaowanasai, mengatakan polisi menggerebek kediaman Phra Wachirayan setelah menerima sejumlah laporan pengaduan.
Saat melakukan penangkapan, polisi memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) yang berasal dari dalam kediaman sang kepala kuil. Mereka menemukan sebuah video yang memperlihatkan skandal asusila di atas meja.
Laporan pengaduan tersebut menyebut sang kepala kuil diduga menyelewengkan dana kuil dan menyerahkan uang tersebut kepada Punyavee Rungrueang. Uang hasil dugaan kejahatan itu kemudian disamarkan dengan menggunakan nama orang lain.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522175/original/069914600_1772723013-IMG-20260305-WA0074.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336079/original/053558800_1788103689-manila.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330803/original/009644500_1787449446-783620818_1627328745417089_6331226236511042972_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5008059/original/074768800_1731684200-Timnas_Indonesia_vs_jepang-16.jpg)