Wabup Puspa Paparkan “Kartu Sakti” ‎

8 hours ago 8

BeritaKotaMakassar > Sulselbar

Sabtu 25 April 2026 07:00 am oleh

MUSRENBANG -- Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler menghadiri Musrenbang Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan 2027 di Kantor Gubernur Sulsel baru-baru ini.

MUSRENBANG -- Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler menghadiri Musrenbang Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan 2027 di Kantor Gubernur Sulsel baru-baru ini.

‎MALILI, BKM — Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan 2027 di Kantor Gubernur Sulsel baru-baru ini.

‎Dalam forum tersebut, Puspa menegaskan komitmen Luwu Timur dalam mendukung transformasi penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi dan inklusif.
‎Di hadapan Sekprov Sulsel, H Jufri Rahman, Wabup Puspa menjelaskan tren kemiskinan di Luwu Timur terus menunjukkan penurunan signifikan berkat optimalisasi program unggulan daerah.

‎”Melalui intervensi ‘Tiga Kartu Sakti’, kami berhasil menekan angka kemiskinan secara konsisten. Dari 6,58 persen di tahun 2024, turun menjadi 5,79 persen pada 2025. Tahun 2026 ini, kami menargetkan penurunan lebih tajam di angka 5,10 persen hingga 5,34 persen,” ungkap Puspawati optimis.
‎Puspa menambahkan bahwa Luwu Timur tidak hanya mengejar angka, tetapi memastikan setiap bantuan memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian warga.

‎Sementara, ‎Sekprov Sulsel, Jufri Rahman menekankan pentingnya peran Wakil Bupati dan Wakil Walikota selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Ia mengimbau agar para pimpinan daerah tidak hanya terpaku pada statistik, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan.
‎”Kita semua diharapkan mampu melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan penanggulangan kemiskinan yang berkeadilan, melampaui sekadar angka-angka administratif,” tegas Jufri Rahman.

‎Plt. Kepala Bapelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menambahkan bahwa efektivitas penanganan kemiskinan sangat bergantung pada penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai.
‎Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Wakil Bupati/ Walikota dan pimpinan OPD terkait se-Sulawesi Selatan guna merumuskan strategi kolektif menuju Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera di tahun 2027. (rls)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |