![]()
Senin 2 Februari 2026 07:00 am oleh ronalyw
IST BERDIRI--Wali Kota Parepare Tasming Hamid berdiri dekat Ketua Golkar Erna Rasyid Taufan dan Ketua DPRD Kaharuddin Kadir
PAREPARE, BKM–Politisi Partai Nasdem yang juga Wali Kota Parepare Tasming Hamid (TSM) mengungkap fakta memprihatinkan terkait masih rendahnya literasi Alquran di kalangan masyarakat, termasuk pada anak usia sekolah dasar dan aparatur pendidikan.
Menurutnya, masih ditemukan siswa SD yang belum mampu membaca Alquran. Yang lebih mengejutkan, dalam temuannya di lapangan, terdapat pula beberapa kepala sekolah yang belum bisa mengaji.
Dijelaskan bila Kota Parepare ini basis kulturalnya religius. “Daerah yang religius seharusnya ditandai dengan kemampuan membaca Alquran sebagai literasi dasar keagamaan,”ujar Tasming Hamid.
Berdasarkan estimasi yang disampaikannya, dari setiap 10 warga Parepare, sekitar dua orang atau 20 persen belum mampu membaca Alquran sama sekali. Dengan total penduduk Kota Parepare yang saat ini berada pada kisaran 161 hingga 163 ribu jiwa berdasarkan proyeksi terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), maka jumlah warga yang belum bisa mengaji diperkirakan mencapai sekitar 32 ribu orang.
“Ini bukan angka kecil. Karena itu saya ingin mengajak kita semua memerangi buta aksara Alquran. Ini menjadi jihad kita bersama,”pinta Tasming Hamid saat membuka Pelatihan Dakwah Muballigah Aisyiyah di Aula Serba Guna Aisyiyah, Parepare, akhir pekan lalu.
Dari sisi kebijakan, Pemerintah Kota Parepare menyiapkan langkah administratif yang bersifat mendorong dan membina. Untuk jenjang sekolah dasar, pemerintah menetapkan target agar peserta didik sudah mampu membaca Alquran paling lambat di kelas IV atau sekitar usia sembilan tahun, sebagai syarat penguatan karakter sebelum naik ke kelas V.
Jadi kalau sampai kelas IV belum bisa mengaji, jangan dulu kasi naik kelas V,”tegas mantan Anggota DPRD Parepare ini.
Sementara bagi aparatur sipil negara, Wali Kota menegaskan bahwa kemampuan membaca Alquran menjadi prasyarat mengikuti promosi jabatan. Namun ia menekankan, kebijakan tersebut bukan untuk mengukur tingkat keimanan, melainkan mendorong peningkatan literasi keagamaan aparatur.
“Saya sendiri turun langsung melihat kondisi di lapangan. Bukan hanya muridnya belum tahu mengaji, bahkan ada kepala sekolah yang juga belum tahu membaca Alquran,”tambahnya.
Meski demikian, Tasming Hamid menekankan pendekatan yang digunakan adalah pembinaan, bukan sanksi. Pemerintah mendorong para PNS untuk belajar mengaji tanpa rasa malu. Hasilnya, sejumlah aparatur disebut mampu membaca Alquran hanya dengan pendampingan intensif selama satu bulan.
“Saya sampaikan, tidak usah malu belajar mengaji. Ini untuk kebaikan kita semua. Tapi jangan sekali-kali belajar mengaji hanya karena ingin promosi jabatan. Niatnya harus diluruskan,”ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Parepare juga mendorong keterlibatan aktif organisasi-organisasi keagamaan dalam program peningkatan literasi Alquran masyarakat. Menurut Wali Kota, kerja kolektif lintas ormas jauh lebih produktif dibandingkan perdebatan sektarian di ruang digital.
“Ayo teman-teman Aisyiyah, NU, Muhammadiyah, Salafi, Tabligh, kita sama-sama meningkatkan literasi Alquran warga. Itu jauh lebih bermanfaat daripada berdebat soal khilafiyah di media sosial,”tutupnya. (mup/rif/c).
Rekomendasi Untukmu































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315669/original/036979300_1755166331-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__5_of_75_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311465/original/049606900_1754884729-ciro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377618/original/064730800_1760124644-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405336/original/061289300_1762440742-572131650_18535400431006712_4651309828750451428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406850/original/000591700_1762613614-WhatsApp_Image_2025-11-06_at_13.53.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371309/original/097536600_1759646645-peter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5144183/original/026949400_1740573054-20250226AA_PSIM_Yogyakarta_vs_Bhayangkara_FC-19.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390103/original/004877800_1761227059-adam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405414/original/096964600_1762479709-Red_Star_Belgrade_vs_Lille-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405312/original/059386900_1762438221-574304230_18541908433014746_929382813160626846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403485/original/072797900_1762328490-572646150_18527069410028443_2263908646431501846_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406000/original/064856300_1762507540-Arema_FC_vs_Persija_Jakarta.jpg)