loading...
Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menetapkan tarif tinggi terhadap impor sel dan panel surya dari Indonesia. FOTO/Reuters
WASHINGTON - Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) menetapkan tarif tinggi terhadap impor sel dan panel surya dari Indonesia, India, dan Laos setelah menemukan adanya praktik dumping serta subsidi pemerintah yang dinilai tidak adil. Untuk produk Indonesia, tarif bea masuk imbalan (countervailing duty) ditetapkan antara 73,2% hingga 173,7%.
Departemen Perdagangan AS menetapkan margin bea masuk antidumping sebesar 123,04% bagi produsen India, 94,36% bagi produsen Indonesia, dan 65,43% bagi produsen Laos. Selain itu, otoritas AS menetapkan bea masuk imbalan sebesar 126,09% bagi produsen India, 73,2%-173,7% bagi produsen Indonesia, serta 82,03%-153,67% bagi produsen Laos. Kebijakan tersebut merupakan hasil akhir penyelidikan perdagangan terhadap impor produk panel surya dari ketiga negara.
Baca Juga: KTT BRICS di India, Indonesia Ajak Kurangi Ketergantungan Dolar AS
Penyelidikan tersebut diajukan Alliance for American Solar Manufacturing and Trade, yang beranggotakan sejumlah produsen panel surya AS, termasuk First Solar, Hanwha Qcells, dan Mission Solar Energy. Kelompok tersebut menilai keputusan Departemen Perdagangan AS menjadi langkah penting untuk menegakkan aturan perdagangan dan memulihkan persaingan yang dianggap adil bagi produsen serta pekerja industri surya domestik.
"Penetapan akhir pada Jumat merupakan langkah penting menuju penegakan undang-undang perdagangan kami dan pemulihan persaingan yang adil bagi produsen panel surya AS dan para pekerja yang mereka pekerjakan," kata pengacara utama Alliance, Tim Brightbill dikutip dari Reuters, Minggu (13/9/2026).
Kasus tersebut selanjutnya akan memasuki tahap penentuan oleh Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC). Komisi dijadwalkan menetapkan keputusan akhir pada 14 Oktober mengenai apakah impor dari ketiga negara tersebut telah menyebabkan atau mengancam menimbulkan kerugian material terhadap produsen domestik AS.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522175/original/069914600_1772723013-IMG-20260305-WA0074.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336079/original/053558800_1788103689-manila.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9330803/original/009644500_1787449446-783620818_1627328745417089_6331226236511042972_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5008059/original/074768800_1731684200-Timnas_Indonesia_vs_jepang-16.jpg)