Bamus Matangkan Agenda Kunker dan Reses

12 hours ago 12

BeritaKotaMakassar > Metro

Rabu 6 Mei 2026 07:00 am oleh

int
Anwar Faruq

int Anwar Faruq

MAKASSAR, BKM — Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kota Makassar kembali membahas jadwal agenda kegiatan kedewanan dalam rapat. Tidak hanya mematangkan jadwal reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 yang akan digelar pada 18 hingga 23 Mei, rapat tersebut juga menegaskan rangkaian agenda penting lainnya seperti kunjungan kerja, rapat panitia khusus (pansus), kegiatan pengawasan, hingga monitoring dan evaluasi (monev) triwulan kedua.

Koordinator Bamus DPRD Makassar, Anwar Faruq mengatakan bahwa seluruh agenda sudah diatur hanya beberapa jadwal yang akan dilakukan singkronisasi dengan jadwal yang berbenturan. Agenda kedewanan dilakukan yang merupakan bagian dari tanggung jawab besar DPRD dalam memastikan jalannya pemerintahan daerah tetap berada di jalur yang tepat.

“Ini bukan cuma soal reses saja ada juga kunjungan kerja, rapat pansus, pengawasan, sampai monev triwulan kedua. Semua ini harus jalan seimbang dan serius jangan sampai ada yang jalan setengah-setengah, karena semua punya dampak langsung ke masyarakat,” ungkapnya, Senin (4/5).

Ia menekankan bahwa reses tetap menjadi momentum utama bagi anggota dewan untuk turun langsung ke masyarakat, namun agenda lain seperti kunjungan kerja dan pengawasan juga tidak kalah penting dalam memastikan efektivitas kebijakan pemerintah. “Kalau reses, jelasmi kita turun dengarki masyarakat ta. Tapi kunjungan kerja juga penting, karena di situki kita lihat langsung pelaksanaan program pemerintah cocokkah dengan laporan, atau ada yang perlu dibenahi. Jadi jangan dipisah-pisahkan, semua ini saling berkaitan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua DPRD Makassar ini menyoroti peran strategis rapat pansus dalam membahas berbagai regulasi dan isu penting daerah. Menurutnya, pansus harus dimaksimalkan agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar berkualitas dan berpihak pada rakyat. “Di pansus itumi kita bahas lebih dalam jadi jangan asal jadi. Harus betul-betul dikaji, didalami, supaya produk kebijakan yang kita hasilkan itu tidak bermasalah ke depan dan bisa menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memberi perhatian khusus pada agenda pengawasan dan monev triwulan kedua yang dinilai sebagai instrumen penting dalam mengukur kinerja pemerintah daerah. “Pengawasan dan monev juga sah satunya kami mau lihat sejauh mana program pemerintah berjalan. Apakah sudah sesuai target atau belum kalau ada yang melenceng, di situki kita kasih catatan dan dorong perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Persidangan DPRD Makassar, Kabag Persidangan DPRD Makassar, Widiawati Said menjelaskan bahwa seluruh agenda tersebut telah disusun dengan mempertimbangkan efisiensi waktu serta optimalisasi pelaksanaan kegiatan. “Kami di sekretariat memastikan seluruh agenda tersusun rapi, terukur, dan tidak saling bertabrakan. Karena ini agenda besar, mulai dari reses, kunjungan kerja, pansus, sampai pengawasan dan monev. Jadi semua harus diatur dengan baik supaya pelaksanaannya maksimal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penjadwalan yang matang menjadi kunci dalam menjaga produktivitas DPRD di tengah padatnya agenda persidangan. “Kalau penjadwalannya jelas, tentu pelaksanaan di lapangan juga lebih terarah itu yang kita jaga, supaya seluruh fungsi DPRD legislasi, pengawasan, dan penganggaran tetap berjalan optimal,” tuturnya.(ita)






Rekomendasi Untukmu


Epaper Berita Kota Makassar

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |