ist PLAKAT--Dekan Fakultas Hukum, Prof Yulia A Hasan menyerahkan plakat Unobos ke salah satu perwakilan alumni usai penandatanganan MoU antara pihak fakultas dengan berbagai kantor profesi hukum di Gedung Balai Sidang 45 Jalan Urip Sumordjo, Selasa (5/5).
MAKASSAR, BKM– Fakultas Hukum Universitas Bosowa (Unibos) resmi meluncurkan program ‘Gema Pro Hukum’ 1 Mei 2026.Program ini sebagai langkah strategis memperkuat kualitas lulusan Fakultas Hukum, melalui kolaborasi aktif dengan alumni lintas profesi yang berlangsung di Gedung Balai Sidang 45 Jalan Urip Sumordjo, Selasa (5/5).
Program bertajuk Gerakan Mentor Alumni Profesi Hukum ini dihadirkan sebagai ruang pembinaan berkelanjutan yang mengintegrasikan teori akademik dengan praktik langsung di dunia hukum.
Inisiator program, Dr Mustawa Nur, menegaskan bahwa kehadiran Gema Pro Hukum merupakan bagian dari upaya serius kampus dalam menciptakan lulusan yang siap bersaing di dunia profesional. Ia menyebut keterlibatan para mentor bukan hanya simbolik, melainkan menjadi kekuatan utama dalam proses pembinaan mahasiswa.
“Sebanyak 20 mentor hadir yang memberikan aktivitas pengembangan bagi kalangan mahasiswa ini merupakan titik awal berkelanjutan yang memberikan spesifikasi pembelajaran dan pengembangan agar mahasiswa memiliki kompetensi bertarung di tengah pasar yang kompetitif,” ungkapnya.
“Ini juga menjadi bentuk pengabdian alumni kepada almamater, bukan hanya dalam praktik, tetapi menciptakan generasi baru yang sejajar di Indonesia dan memiliki nama. Kita juga menargetkan pencapaian akreditasi unggul pada tahun 2026,” tambahnya.
Program ini melibatkan sedikitnya 20 mentor dari kalangan advokat dan notaris yang merupakan alumni Universitas Bosowa. Dari profesi advokat, sejumlah nama yang terlibat antara lain Hardodi, Syamsul Asri, Muhammad Abduh, Jusman Sabir, Husniar Darsis, Al Jebra Al Ikhsan Rauf, Syamsuwardi, Yudica Shelem Pabassing, Sulaeman Mansyur, Haswandy Andy Mas, Sulaeman Seli, Herman, Visi Sallu, Muh Arifian, Triyono Susilo, Ardiansyah Arsyad, serta Andi Rustam Rivai. Sementara dari kalangan notaris, hadir Sri Rachmawati dan Kamariah Karim.
Dalam sesi mentoring, Alumni yang kini menjadi Advokad, Hardodi secara lugas menyoroti realitas kesiapan lulusan hukum di lapangan. Ia menyebut masih banyak sarjana hukum yang belum siap menghadapi dunia praktik.
“Hanya berapa mahasiswa yang setelah selesai benar-benar siap di lapangan, dan ini fakta yang kita hadapi, Universitas Bosowa harus punya gagasan untuk menjawab tantangan ini. Maka perlu peran alumni menjadi mentor untuk menapaki karier setelah menjadi alumni program ini menjadi salah satu jawaban untuk mengarahkan dan mengajak sarjana yang terdidik agar terlibat,” tegasnya.
Ia juga menilai keterlibatan alumni sebagai mentor merupakan bentuk nyata pengabdian kepada kampus. “Kampus ini mengambil peran dengan menghadirkan mentor, saya anggap ini bentuk pengabdian. Karena ada tiga kemungkinan sarjana ketika keluar nanti menjadi sarjana hukum, sarjana acuh, atau sarjana hancur. Saya berterima kasih bisa menjadi bagian sebagai alumni yang menjawab apa yang sudah didapatkan dan mendidik adik-adik calon sarjana hukum, khususnya di Bosowa,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua IKA Fakultas Hukum, Syamsuwardi di dalam sesi mentoring, menyampaikan apresiasi kepada para guru besar dan dosen yang telah berperan besar dalam membentuk dasar keilmuan mahasiswa hukum. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya selama ini dalam mendampingi mahasiswa, baik melalui program KKN maupun PPL, memberikan gambaran nyata tentang kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesi.
“Saya berterima kasih kepada para guru besar dan dosen kita. Saya melihat langsung bagaimana mahasiswa yang turun melalui KKN dan PPL mulai mengenal dunia praktik dari pengalaman itu, saya sering berbicara bahwa dalam dunia hukum, mahasiswa harus mulai menentukan arah sejak dini, termasuk memilih mentor yang tepat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa profesi hukum memiliki tantangan yang kompleks, sehingga membutuhkan pembinaan yang terarah sejak masa kuliah.
“Ketika masih mahasiswa, kita harus sudah punya perspektif terhadap profesi yang akan dijalani, khususnya advokat. Karena itu, gerakan seperti ini menjadi sangat penting sebagai ruang pembimbingan agar mahasiswa tidak kehilangan arah ketika memasuki dunia kerja,” tambahnya.
Peluncuran program ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk komitmen penguatan kerja sama antara kampus dan para praktisi hukum. Dekan Fakultas Hukum, Prof Yulia A Hasan, menyebut bahwa saat ini jumlah mahasiswa Fakultas Hukum mencapai sekitar 1.420 orang dengan dukungan 40 dosen.
Ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pemenuhan rasio dosen sebagai bagian dari persyaratan akreditasi. Namun demikian, pihaknya optimistis target akreditasi unggul pada akhir 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi aktif antara kampus, mahasiswa, dan alumni.
“Kami terus memperkuat kerja sama dengan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan advokat. Ini penting agar mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami praktik secara langsung,” jelasnya.
Melalui Gema Pro Hukum, Universitas Bosowa menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi baru sarjana hukum yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki daya saing nasional. “Program ini diharapkan menjadi wadah pengabdian alumni kepada almamater, sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang mampu melahirkan praktisi hukum muda yang siap bersaing dan memiliki nama di tingkat Indonesia,” tuturnya. (ita)


































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399029/original/098446300_1761902993-Mike_rajasa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315786/original/085108100_1755171257-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__32_of_75_.jpg)

