![]()
Senin 4 Mei 2026 07:00 am oleh ronalyw
int Achi Soleman
MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah konkret untuk membatasi penggunaan gadget pada anak dengan memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) di sekolah.
Kebijakan ini menjadi bentuk dukungan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP Tunas).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa penambahan kegiatan ekskul diharapkan dapat mengarahkan siswa pada aktivitas yang lebih positif dan produktif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.
Menurutnya, kekhawatiran terhadap dampak negatif gadget sudah semakin nyata, terutama jika penggunaan tidak diawasi secara optimal oleh orang tua maupun lingkungan sekolah. Karena itu, Pemkot Makassar berkomitmen menghadirkan regulasi turunan yang lebih kuat agar kebijakan tersebut dapat berjalan efektif hingga ke tingkat daerah.
Munafri menegaskan bahwa tanpa pengawasan yang baik, penggunaan gadget berpotensi memengaruhi perilaku anak serta menurunkan daya saing mereka. Ia menilai, langkah preventif perlu segera dilakukan agar anak-anak tidak terjebak dalam penggunaan teknologi yang berlebihan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menjelaskan bahwa implementasi PP Tunas di lingkungan sekolah akan difokuskan pada penciptaan budaya belajar yang aman dan nyaman. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam penguatan tata kelola pendidikan.
Ia menambahkan, pembatasan penggunaan gadget menjadi isu penting yang harus ditangani secara serius, mengingat pengaruhnya terhadap proses belajar dan perkembangan siswa.
Lebih lanjut, Achi menekankan bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada pihak sekolah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif orang tua di rumah. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan siswa dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Dengan langkah ini, Pemkot Makassar berharap keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan aktivitas nyata siswa dapat terjaga, sehingga mendukung pembentukan karakter serta peningkatan kualitas pendidikan di daerah. (rhm)
Rekomendasi Untukmu

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342854/original/002615400_1757402192-barba.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461719/original/099491300_1767433319-WhatsApp_Image_2026-01-03_at_15.59.48__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383986/original/067984300_1760708009-Saddil-Ramdani.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460545/original/051726600_1767257018-000_32WF7MJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5400631/original/069827500_1762142755-Dewa_United_vs_Shan_United-33.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399029/original/098446300_1761902993-Mike_rajasa.jpg)