![]()
MAKASSAR, BKM.COM— Film berjudul Mattaro Janci kembali mencuri perhatian publik. Film karya anak lokal Kabupaten Wajo ini resmi tayang di bioskop mulai 8 Mei 2026 dan menghadirkan kisah sarat budaya Bugis yang penuh adat, konflik keluarga, harga diri, serta perjuangan mempertahankan tradisi di tengah perubahan zaman.
Disutradarai oleh Irwandi Irgantara, film ini menjadi salah satu karya daerah yang berhasil menembus layar bioskop dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya warga Sengkang dan Makassar.
Sebelumnya, “Mattaro Janci” telah lebih dulu tayang di Bioskop Dakota yang berada di kawasan Sallo Mall, Kabupaten Sengkang, dan berhasil menarik sekitar 2.500 penonton sejak penayangan perdana pada 1 Februari 2026.
Antusiasme penonton yang tinggi membuat film ini kembali diputar di Kota Makassar pada 9–11 Mei 2026 di CGV Mall Panakkukang Square Makassar.
Menariknya, banyak warga Kabupaten Wajo rela datang ke Makassar demi mengikuti nonton bareng film kebanggaan daerah tersebut.
Suasana bioskop pun dipenuhi rasa bangga terhadap karya lokal yang mengangkat identitas budaya Bugis ke layar lebar.
Sutradara film, Irwandi Irgantara, mengatakan bahwa “Mattaro Janci” bukan sekadar tontonan hiburan, tetapi juga upaya memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
“Film ini mengangkat budaya dan tradisi Bugis. Ada kisah tentang adat, konflik keluarga, harga diri, dan perjuangan mempertahankan tradisi di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa meski judul film menggunakan bahasa Bugis, dialog dalam film tetap banyak menggunakan bahasa Indonesia agar mudah dipahami masyarakat luas.
“Walaupun judulnya Mattaro Janci, dialek dalam film lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia, bukan full bahasa Bugis,” tambahnya.
Irwandi berharap penayangan di Makassar dapat menarik lebih banyak penonton dan membuka jalan bagi film-film lokal Sulawesi Selatan untuk terus berkembang di industri perfilman nasional.
“Target kami tentu penontonnya semakin banyak dan film ini bisa diterima serta disukai warga Makassar,” katanya.
Kehadiran “Mattaro Janci” menjadi bukti bahwa karya perfilman daerah memiliki potensi besar untuk bersaing sekaligus menjadi media pelestarian budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi. (rhm)
Rekomendasi Untukmu

































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5399832/original/035489100_1762014180-20251101BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Australia_5.jpg)








:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511026/original/088863500_1771860265-Half-time.__MandiriTranshipxBaliUnited__Reignite.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479366/original/020442700_1768975667-indonesia_arena.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)