![]()
Kamis 21 Mei 2026 09:31 am oleh rus bkm
Benchmarking yang dilakukan Politeknik Maritim AMI Makassar ke Universitas Hang Tuah Surabaya.
MOMENTUM Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026 menghadirkan pesan yang sangat menarik dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Di tengah perubahan global yang bergerak cepat, kebangkitan bangsa hari ini tidak lagi cukup dimaknai sebagai nostalgia sejarah perjuangan, tetapi harus diterjemahkan menjadi keberanian untuk berubah, berinovasi, dan membangun masa depan.
Dalam konteks itulah langkah Politeknik Maritim AMI Makassar melakukan benchmarking ke Universitas Hang Tuah memiliki makna yang sangat strategis.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kelembagaan biasa, melainkan simbol bahwa perguruan tinggi vokasi di Indonesia, khususnya bidang kemaritiman, mulai bergerak menuju paradigma baru yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berorientasi global.
Sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi maritim terkemuka di Kawasan Timur Indonesia bahkan di luar Pulau Jawa, Polimarim AMI terus berbenah untuk mengantisipasi perubahan zaman. Kampus ini tampaknya memahami bahwa era digital, kecerdasan buatan, green shipping, hingga transformasi industri pelabuhan global menuntut perguruan tinggi untuk tidak berjalan dengan pola lama.
Karena itu, Polimarim AMI memilih untuk terus “move on”, memperluas jaringan nasional dan internasional, serta membangun kolaborasi strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan kemaritiman Indonesia.
Yang menarik, Polimarim AMI juga memiliki tekad kuat untuk menjadi agent of changes dalam pengembangan pendidikan vokasi kemaritiman nasional.
Sementara itu, Universitas Hang Tuah menjadi contoh penting bagaimana institusi berbasis vokasi dapat tumbuh menjadi universitas besar tanpa kehilangan identitas maritimnya.
Bahkan program-program studi umum di UHT tetap dikembangkan dengan muatan lokal kemaritiman. Ini menunjukkan bahwa kemaritiman bukan sekadar program studi, tetapi menjadi identitas dan arah pembangunan institusi.
Pertemuan kedua kampus tersebut juga memperlihatkan budaya akademik yang sangat sehat.
Meski rombongan Polimarim AMI tiba sekitar 30 menit terlambat akibat pesawat delay, pimpinan UHT tetap memberikan sambutan yang hangat, terbuka, dan penuh persahabatan. Tidak ada kesan eksklusif ataupun jarak antara kampus yang lebih besar dengan kampus yang sedang bertumbuh.
Yang tampak justru semangat untuk saling berbagi pengalaman dan membangun masa depan bersama.
Pimpinan UHT bahkan membuka ruang informasi secara luas dan menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dalam pengembangan pendidikan akademik maupun vokasi kemaritiman agar mampu melahirkan alumni yang siap bersaing secara nasional dan global.
Kesamaan pandangan kedua institusi sangat jelas: Indonesia harus kembali membangun kekuatan maritimnya.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 70 persen wilayah berupa lautan, Indonesia sesungguhnya memiliki peluang besar menjadi pusat kekuatan maritim dunia. Namun cita-cita tersebut hanya dapat dicapai apabila perguruan tinggi mampu melahirkan sumber daya manusia maritim yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
Karena itu, kolaborasi antarperguruan tinggi menjadi sangat penting.
Kebangkitan nasional di era modern tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas pendidikan, inovasi, jejaring internasional, dan keberanian untuk berubah.
Dari Surabaya, pada momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026, muncul sebuah pesan optimistis bahwa masa depan kemaritiman Indonesia masih sangat menjanjikan ketika perguruan tinggi memilih untuk bergerak bersama, membuka diri terhadap perubahan, dan membangun kolaborasi demi kemajuan bangsa. (*)
Rekomendasi Untukmu






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5509868/original/087496500_1771773254-20260222IQ_Dewa_United_vs_Boreo_FC-07.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511026/original/088863500_1771860265-Half-time.__MandiriTranshipxBaliUnited__Reignite.jpg)


:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5396409/original/019889700_1761733852-20251024AA_Madura_United_vs_Persija_Jakarta-85.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315768/original/045151800_1755170609-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__26_of_75_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500137/original/026177300_1770815891-Ratchaburi_FC_vs_Persib_Bandung.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5397998/original/062238400_1761826690-kadu.jpg)


