OJK Beberkan Kinerja dan Risiko Sektor Perbankan di Kuartal III Tahun 2026

5 hours ago 10

loading...

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kinerja dan profil risiko industri perbankan nasional pada triwulan III tahun 2026. Foto/Dok

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menyampaikan kinerja dan profil risiko industri perbankan nasional tetap berada dalam kondisi aman serta terkendali pada triwulan III-2026. Ketahanan fundamental ini berlangsung di tengah eskalasi ketidakpastian perekonomian global dan domestik yang dipicu oleh dinamika pasar keuangan internasional.

"Hasil survei membuktikan optimisme perbankan tetap kuat terhadap prospek usaha, di mana perbankan memiliki keyakinan penuh untuk menjaga risiko operasional maupun pasar tetap terkendali," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Dian memaparkan, soal keyakinan tersebut tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK triwulan III-2026 yang dilaksanakan pada Juli 2026 dengan melibatkan 99 bank responden. Partisipasi bank-bank tersebut mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum di Indonesia berdasarkan data posisi Juni 2026.

Baca Juga: BRI Cetak Laba Bersih Rp31,2 Triliun di Semester I 2026, Melonjak 17,5%

Survei tersebut mencatat Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) berada pada zona optimis di level 56. Capaian ini disokong oleh ekspektasi kinerja yang kuat di tengah kecermatan industri terhadap dinamika makroekonomi kuartal berjalan dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama menyangkut potensi kenaikan inflasi dan arah suku bunga acuan global.

Persepsi industri terhadap manajemen risiko konsisten berada pada jalur positif berkat terjaganya kualitas pembiayaan serta kehati-hatian dalam mengelola eksposur valuta asing. Kondisi tersebut diperkuat oleh ketersediaan alat likuid serta penghimpunan dana simpanan yang diproyeksikan melaju lebih kencang daripada penyaluran pinjaman.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |