Sosok Menhan Filipina Gibo Teodoro: dari Bos Tambang, Eks Menteri Terkaya, hingga Punya Paspor Eropa

2 hours ago 1

loading...

Menteri Pertahanan Filipina Gilberto Gibo Teodoro Jr. Dia pernah jadi bagian dari kekuasaan di masa lalu dan jadi bos tambang. Foto/Philstar

JAKARTA - Gilberto "Gibo" Teodoro Jr bukan sekadar Menteri Pertahanan (Menhan) Filipina. Dia berasal dari keluarga politik dan bisnis berpengaruh yang memiliki hubungan kekerabatan dengan klan Cojuangco serta pernah menjadi bagian dari lingkaran kekuasaan pada era Presiden Ferdinand Marcos Sr.

Nama Teodoro kembali menjadi sorotan setelah pada 2025 terungkap bahwa dia pernah memiliki kewarganegaraan dan paspor Malta, salah satu negara di Eropa.

Baca Juga: Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Duterte Hadapi Tuntutan Pidana

Pada saat yang sama, rekam jejak bisnisnya juga menarik perhatian karena sebelum kembali menjadi Menhan Filipina pada era Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr, Teodoro pernah menjabat sebagai chairman Sagittarius Mines Inc (SMI), perusahaan pengembang proyek tambang tembaga dan emas raksasa Tampakan di Mindanao.

Kombinasi antara kekuasaan politik, jaringan keluarga elite dan keterlibatan dalam proyek tambang bernilai miliaran dolar membuat profil Teodoro menjadi salah satu yang menarik dalam politik Filipina.

Konsesi Tambang Bermasalah

Setelah menjabat Menhan di era Presiden Arroyo Macapagal, nasib mujur Teodoro bak kejatuhan durian runtuh. Dia memegang konsesi area pertambangan tembaga dan emas terbesar di Asia Tenggara di Provinsi South Cotabato di bawah bendera kelompok usaha Sagitarius Mines Inc. Menurut laporan media lokal, SMI ini disebut-sebut berkongsi dengan salah satu pengusaha besar Indonesia.

Nilai proyek Tampakan dilaporkan mencapai sekitar USD5,9 miliar untuk kebutuhan investasi awal, bukan nilai pasti seluruh cadangan mineral. Kajian proyek memperkirakan Tampakan memiliki sumber daya sekitar 2,94 miliar ton bijih, dengan kandungan tembaga sekitar 15 juta ton dan emas sekitar 17,6 juta ounce.

Jika beroperasi, proyek itu diproyeksikan menghasilkan rata-rata sekitar 375.000 ton tembaga dan 360.000 ounce emas per tahun selama 17 tahun.

Usaha tambang tersebut bermasalah dan sudah berulangkali izinnya dicabut. Laporan dari Mongabay pada 19 Oktober 2020 menyebutkan bahwa Pengadilan Cotabato memperkuat keputusan melarang operasional pertambangan SMI di Tampakan yang berada dekat di sebuah kota padat penduduk. Kuasa pertambangan SMI diperoleh sejak tahun 1995.

Namun, sebelum Teodoro mengundurkan diri untuk menjabat sebagai Menhan Filipina di era Presiden Marcos “Bongbong” Jr pada tahun 2023, dia berhasil mendapatkan perpanjangan izin tambang hingga tahun 2032. Hanya saja, Pemerintah Provinsi South Cotabato sejak 2010 menetapkan tidak boleh ada tambang terbuka (open pit) di sana.

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |