Perjuangan Andi Lulu Isvany Raih Doktor Predikat Cumlaude Saat Hamil

1 week ago 17

Dr. Andi Lulu Isvany bersama keluarga, promotor, kopromotor dan penguji usai menjalani sidang promosi di Aula PPs UMI, Selasa (27/1).

MAKASSAR, BKM — Perjuangan Andi Lulu Isvany dalam menempuh pendidikan patut diapresiasi. Bagaimana tidak, di usianya yang masih muda ia sudah berhasil meraih gelar doktor. Yang lebih mengundang decak kagum, karena ia mampu menyelesaikan jenjang studi strata tiga (S3) di saat kondisinya tengah hamil anak pertama.

Perempuan kelahiran Bone, 19 Januari 1997 ini menjalani sidang promosi doktor Ilmu Hukum Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Selasa (27/1). Disertasinya berjudul Hakikat Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Penyalahgunaan Narkotika pada Wilayah Hukum Polda Sulawesi Selatan.

Jalannya sidang promosi doktor dipimpin Prof. Dr. H. La Ode Husen,S.H., M.H. yang juga merupakan promotor. Bertindak sebagai kopromotor masing-masing Prof. Dr. Hasbuddin Khalid,S.H., M.H. dan Dr. Hj. Sri Lestari Poernomo, S.H., M.H.

Penguji terdiri dari Prof. Dr. H. M. Kamal Hidjaz, S.H., M.H., Prof. Dr. Muhammad Rinaldy Bima,S.H., M.H., Prof. Nurul Qamar, S.H., M.H. dan Dr. H. Salle, S.E., S.H., M.H. Adapun penguji eksternal, yakni Prof. Dr. H. M. Said Karim, S.H., M.H. Sementara Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW , S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng ., APEC Eng. bertindak selaku Penguji Lintas Disiplin Ilmu.

Dalam disertasinya, Andi Lulu yang juga seorang dosen ini mengungkap hasil penelitiannya. Menurutnya, pada hakikatnya penegakan hukum tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan adalah upaya komprehensif yang melibatkan pencegahan, penindakan tegas, perhatian terhadap rehabilitasi, dan pemberantasan kejahatan terorganisir, demi mewujudkan Sulawesi Selatan yang bersih dari narkoba.

”Efektivitas penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika di Polda Sulawesi Selatan dan jajaran terlaksana kurang efektif. Faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika di Polda Sulawesi Selatan dan jajaran adalah ketaatan hukum, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, biaya operasional, dan faktor masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Lulu yang di masa gadisnya berkecimpung di dunia modeling dan seni, memberikan rekomendasi agar penegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan hendaknya dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi antara tindakan pencegahan, penindakan tegas, rehabilitasi, dan pemberantasan jaringan terorganisir.

”Polda Sulawesi Selatan perlu memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta masyarakat untuk menciptakan sistem yang terpadu dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika,” sarannya.

Selain itu, mengingat efektivitas penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika di Polda Sulawesi Selatan dan jajarannya dinilai masih kurang efektif, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme penyidikan, penuntutan, dan pelaksanaan putusan pengadilan.

”Penguatan kapasitas penyidik, transparansi proses hukum, serta penerapan prinsip keadilan restoratif bagi pengguna yang bersifat korban perlu dipertimbangkan agar penegakan hukum lebih manusiawi dan berorientasi pada pemulihan sosial,” tuturnya.

Usai menjawab pertanyaan dari para penguji, Prof. Dr. H. La Ode Husen yang memimpin jalannya sidang promosi kemudian membacakan hasilnya. ”Berdasarkan hasil dari penilaian dari para penguji dan hasil penelitian telah diterbitkan di jurnal internasional berindeks Scopus Q2, ditambah dengan performa promovendus yang sangat baik dalam menjawab pertanyaan, maka Andi Lulu Desvani dinyatakan lulus dengan predikat pujian cumlaude. Jika diakumulasikan semua nilai yang diperoleh selama menjalani pendidikan dengan konsentrasi hukum pidana, maka rata-rata yang diperoleh adalah 3,99,” kata Prof. La Ode Husen.

Diberi kesempatan untuk berbicara usai ujian, istri dari Andi Ahmad Hasrianto Ridwan ini tak kuasa menahan air matanya. ”Saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini. Alhamdulillah, semuanya bisa saya jalani di saat hamil. Tidak lama lagi akan melahirkan,” tuturnya dengan nada suara yang serak dan sesekali tersendat menahan haru.

Lulu mengungkap, sehari sebelum menjalani ujian proposal, ia sempat drop dan harus dirawat di rumah sakit. Namun karena undangan ujian sudah disebar, dia pun mesti menguatkan diri untuk menjalaninya.

”Jarum infus yang sempat terpasang, harus dicabut karena tidak bisa ikut ujian dalam kondisi seperti itu. Saya pun mengikuti ujian proposal, dan akhirnya bisa sampai di sidang promosi. Terima kasih tak terhingga untuk semua yang telah mendukung saya selama ini,” ujarnya sambil menyeka bulir bening yang jatuh dari sudut matanya. (*)

Read Entire Article
Info Buruh | Perkotaan | | |